|
Menu Close Menu

Soekarno Cup 2026 di Jatim, 400 Talenta Muda Berebut Tiket ke Sepak Bola Profesional

Senin, 10 Agustus 2026 | 21.24 WIB

 

Kegiatan Soekarno Cup U-17 2026 di Stadion Gelora 10 November, Tambaksari, Surabaya.(dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Surabaya– Sebanyak 400 talenta muda dari 16 provinsi mulai menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam Soekarno Cup U-17 2026. Turnamen sepak bola usia muda tersebut resmi dibuka di Stadion Gelora 10 November, Tambaksari, Surabaya, Senin (10/8/2026).


Kompetisi yang berlangsung pada 10-24 Agustus 2026 itu tidak hanya menjadi ajang adu kemampuan di lapangan. Soekarno Cup juga menjadi ruang bagi pemain muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding, membangun mental, sekaligus membuka peluang menuju jenjang sepak bola profesional.


Pembukaan turnamen berlangsung meriah. Atraksi drum band membawakan musik tradisional dari berbagai daerah, disusul pertunjukan seni tradisional seperti reog, bantengan, jaranan, hingga tarian kontemporer.


Rangkaian pembukaan tersebut disaksikan lebih dari 7.000 masyarakat.


Pertandingan Soekarno Cup 2026 digelar di sejumlah venue di Jawa Timur, yakni Surabaya, Gresik, dan Bangkalan.


Juru Bicara Soekarno Cup yang juga legenda Timnas Indonesia, Anang Ma’ruf, menilai kompetisi usia muda memiliki peran penting dalam membangun fondasi sepak bola nasional.


“Kompetisi menjadi ruang bagi para pemain muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus membentuk mental dan karakter sebagai atlet,” ujar Anang.


Mantan pemain Timnas Indonesia dengan 31 penampilan itu mengatakan, pembinaan pemain muda tidak cukup hanya mengandalkan latihan teknis. Para pemain membutuhkan pengalaman kompetisi agar terbiasa menghadapi tekanan, menjaga sportivitas, bekerja sama, serta memiliki mental untuk terus berkembang.


Ketua Panitia Nasional Soekarno Cup, Komarudin Watubun, mengatakan atraksi budaya dalam pembukaan menjadi simbol keberagaman Indonesia.

Setiap kontingen, kata dia, membawa identitas daerah masing-masing. Namun, seluruhnya bertemu dalam satu arena melalui sepak bola.


“Atraksi tersebut menghadirkan pesan tentang keberagaman Indonesia. Setiap kontingen membawa identitas daerahnya masing-masing, tetapi seluruhnya bertemu dalam satu arena melalui sepak bola,” kata Komarudin.


Menurutnya, perpaduan olahraga dan budaya tersebut menjadi bagian dari upaya membentuk generasi muda yang tidak hanya berprestasi sebagai atlet, tetapi juga memiliki karakter, rasa kebersamaan, serta kepedulian terhadap budaya bangsa.


Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Said Abdullah mengatakan kehadiran 400 pemain dari 16 provinsi menunjukkan besarnya potensi sepak bola usia muda di Indonesia.


“Ada 400 talenta muda dari 16 provinsi yang datang ke sini. Mereka membawa karakter dan gaya bermain dari daerah masing-masing. Ini kesempatan yang sangat baik bagi mereka untuk saling belajar,” ujar Said.


Ia berharap Soekarno Cup dapat menjadi wadah bagi pemain muda untuk menemukan pengalaman, membangun kepercayaan diri, sekaligus menumbuhkan mimpi menjadi pesepak bola yang lebih baik.


Harapan serupa disampaikan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Menurutnya, pelaksanaan Soekarno Cup di Jawa Timur menjadi kesempatan untuk menemukan talenta-talenta muda yang selama ini belum mendapatkan ruang untuk berkembang.


“Harapan kami dengan Soekarno Cup ini memberikan semangat kepada talenta-talenta muda. Mereka yang selama ini belum mendapatkan tempat bisa mendapatkan tempat untuk jenjang kariernya,” kata Eri.


Eri mengungkapkan, proses pencarian pemain dilakukan hingga ke pelosok desa. Menurutnya, sejumlah peserta memiliki perjuangan panjang untuk bisa menekuni sepak bola.


Bahkan, ada pemain yang harus bekerja terlebih dahulu untuk membeli sepatu dan ada pula yang berjalan kaki saat berlatih.


“Kami berharap dari Soekarno Cup ini lahirlah talenta-talenta muda yang bisa masuk ke Tim Nasional Indonesia,” imbuhnya.


Eri juga menyebut keberhasilan Persebaya Surabaya menjuarai Piala Presiden 2026 menjadi tambahan motivasi bagi pembinaan sepak bola di Jawa Timur.


Ia berharap klub-klub profesional di Surabaya dan Jawa Timur dapat memantau pemain yang tampil di Soekarno Cup. Dengan demikian, kompetisi tersebut tidak berhenti sebagai ajang pertandingan, tetapi dapat menjadi bagian dari jalur regenerasi pemain.


“Banyak klub yang sudah melihat turnamen Soekarno Cup ini untuk mencari bakat-bakat pemain. Semoga Soekarno Cup ini bisa menciptakan pemain-pemain muda dan bakat mereka bisa diambil oleh klub-klub profesional,” jelasnya.


Eri juga mendorong adanya sinergi dengan PSSI Jawa Timur, terutama untuk mendukung regenerasi pemain menghadapi agenda Porprov 2027 dan PON 2028.


Menurutnya, kolaborasi dengan PSSI penting agar proses pencarian dan pendataan pemain dapat berjalan lebih terarah.


Ia mencontohkan penyelenggaraan Soekarno Cup yang memiliki aturan terkait pemain Elite Pro Academy (EPA) dan bekerja sama dengan PSSI dalam proses verifikasi pemain.


“Kami membutuhkan kerja sama yang kuat dengan PSSI untuk Porprov besok sekaligus untuk PON. Semoga ini menjadi kerja sama yang luar biasa untuk menciptakan dan mencari talenta-talenta muda untuk menjadi pemain profesional,” katanya.


Bagi para pemain, Soekarno Cup U-17 2026 juga menjadi kesempatan membangun pengalaman sekaligus persahabatan lintas daerah.


Pemain Banteng Jatim FC U-17, Gema Farand, mengaku senang dapat kembali mengikuti turnamen tersebut setelah sebelumnya tampil pada Soekarno Cup 2025 di Bali.


“Kami bersyukur bisa ikut di Soekarno Cup. Di sini kami dikenalkan dengan budaya Nusantara dan berkenalan dengan teman-teman dari seluruh penjuru Tanah Air. Jadi selain bermain bola, kami juga membangun persahabatan tanpa melihat suku, agama, dan daerah,” ujar Gema.


Soekarno Cup sendiri telah digelar sejak 2023 di Jakarta, kemudian berlanjut di Bali pada 2025. Tahun ini, Jawa Timur menjadi tuan rumah setelah sebelumnya menjadi salah satu daerah dengan prestasi menonjol dalam kompetisi tersebut.


Dengan melibatkan 400 pemain dari 16 provinsi, Soekarno Cup U-17 2026 diharapkan tidak sekadar melahirkan juara, tetapi juga menemukan talenta-talenta baru yang kelak mampu memperkuat klub profesional hingga Tim Nasional Indonesia.


Kalau ingin lebih tajam dan bernuansa headline media online, judulnya juga bisa diarahkan ke: “400 Talenta Muda dari 16 Provinsi Adu Bakat di Soekarno Cup 2026 Jatim”. (Red) 

Bagikan:

Komentar