![]() |
| Petugas saat memadamkan api.(Dok/Istimewa). |
Laporan kebakaran diterima Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Malang sekitar pukul 19.58 WIB. Petugas kemudian bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 21.10 WIB.
Kepala Bidang Penanggulangan dan Penyelamatan (PPK) Damkar Kabupaten Malang, Win Haliem, S.T., M.T., mengatakan api pertama kali diketahui oleh salah seorang pekerja home industri bernama Johan sekitar pukul 20.00 WIB.
“Terjadi konsleting listrik pada oven tempat untuk mengeringkan tusuk sate, kemudian terjadi percikan api yang mengakibatkan kobaran api membesar dan menjalar ke bahan baku tusuk sate,” ujar Win Haliem.
Besarnya kobaran api membuat petugas harus melakukan pemadaman secara intensif. Setelah berjibaku selama beberapa jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 00.30 WIB.
Dalam penanganan kebakaran tersebut, Damkar Kabupaten Malang menerjunkan Regu 2 dengan empat unit kendaraan, yakni U07, U10, U4, dan U8, serta melibatkan 11 personel.
Proses pemadaman juga mendapat dukungan dari Pemerintah Desa Talok, Kecamatan Turen, Babinsa, kepolisian, Kasi Trantib, PMI, relawan Redcar, satu unit Damkar Pindad, serta warga sekitar.
Home industri milik Sentot, 66, yang berada di Jalan Sumber RT 02/RW 04, Desa Talok, tersebut memiliki luas sekitar 420 meter persegi. Objek yang terbakar berupa oven dan bagian home industri yang terdampak kobaran api.
Tidak ada laporan korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Namun, kebakaran mengakibatkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp400 juta.
Setelah api dinyatakan padam, petugas melakukan penanganan dan pengecekan di lokasi sebelum seluruh unit kembali ke mako sekitar pukul 02.00 WIB. (Den)


Komentar