![]() |
| Presiden Madura United, Prof. Dr. Achsanul Qosasi saat laga Madura United dengan Persib Bandung.(Dok/Istimewa). |
Hal itu ditegaskan kembali oleh Presiden Madura United, Prof. Dr. Achsanul Qosasi, usai timnya memetik kemenangan berharga 1-0 atas Persib Bandung dalam lanjutan kompetisi Super League.
Bagi Guru Besar Universitas Airlangga (Unair) tersebut, identitas Madura dan santri adalah dua hal yang saling berkelindan dan tidak dapat dipisahkan.
"Bagi Madura, Hari Santri adalah hari yang sangat spesial karena ada ratusan ribu santri di sini. Itulah mengapa saya selalu mengatakan bahwa Madura adalah santri, dan sarungan adalah identitas santri Madura," ujar Achsanul Qosasi dengan hangat, Kamis (22/10/2026).
Filosofi keislaman dan kebudayaan itu pun diwujudnyatakan di lapangan hijau, terutama saat menyambut kedatangan lawan di markas Laskar Sape Kerrab.
"Menyambut tamu dengan tangan terbuka dan penghormatan penuh adalah amanah tradisi yang terus dijaga, sebab bagi warga Madura, kehadiran tamu senantiasa dimaknai sebagai pembawa keberkahan," ujar tokoh nasional asal Madura yang dikenal punya gaya bicara tenang tapi tajam tersebut.
Suasana penyambutan menjadi kian istimewa ketika tim yang berkunjung adalah Persib Bandung—klub papan atas yang datang dengan deretan prestasi mentereng, termasuk torehan hat-trick juara liga secara berturut-turut.
"Semua tamu kami sambut dengan baik karena bagi orang Madura, tamu adalah rezeki," kata pria yang akrab disapa AQ itu.
AQ menekankan bahwa reputasi besar sang lawan justru memberikan nilai lebih bagi atmosfer laga, sekaligus menjadi alasan mengapa penghormatan khusus layak diberikan.
Menurutnya, pendekatan berbasis kearifan lokal ini justru memberi warna positif bagi industri sepak bola nasional.
"Ide-ide budaya lokal seperti ini sangat efektif jika dilekatkan dengan sepak bola. Keduanya bisa berjalan seiring antara kreativitas dan sportivitas," tutur Achsanul.
Apalagi, tegas AQ, tamu yang datang kali ini adalah klub dengan predikat hat-trick juara, yaitu Persib Bandung. Pihaknya sangat menghargai Persib karena mereka mampu meraih juara berturut-turut, dan pencapaian seperti ini harus dinilai secara berbeda.
"Namun, soal memuliakan tamu, bagi orang Madura itu adalah hal yang biasa dan wajib dilakukan," tegasnya.
Untuk diketahui, dalam laga di Stadion Pamelingan Pamekasan itu, para suporter Madura United memakai sarung dan kopiah khas santri. Tuan rumah juga menampilkan tarian daerah dengan alunan musik Uldaul. (nam)


Komentar