![]() |
| Pertandingan Madura United dengan Persik Kediri di Stadion Brawijaya.(Dok/Istimewa). |
Sempat terpuruk di paruh pertama akibat tertinggal dua gol dan kehilangan satu pemain, Laskar Sape Kerrab tampil digdaya di babak kedua. Mereka mampu meredam amukan tuan rumah hingga tidak kebobolan lagi.
Pada 45 menit pertama pekan keempat ajang Super League 2026/2027, Persik Kediri tampil begitu agresif di hadapan publik sendiri.
Penyerang Macan Putih, Eduardo Barbosa, sukses memborong dua gol masing-masing pada menit ke-9 dan ke-25, membawa tim tuan rumah memimpin 2-0.
Situasi semakin pelik bagi Madura United menjelang turun minum. Setelah melalui tinjauan Video Assistant Referee (VAR), wasit menghadiahi kartu merah kepada striker asing Madura United, Dimitar Georgiev Mitkov, pada menit ke-44 akibat pelanggaran keras.
Tertinggal dua gol dan harus bermain dengan 10 orang membuat Laskar Sape Kerrab berada di posisi yang sangat sulit menyongsong babak kedua.
Namun, paruh kedua justru menjadi panggung pembuktian bagi ketangguhan skuad Madura United.
Alih-alih ‘runtuh’ di bawah tekanan gencar Persik yang unggul jumlah pemain, lini pertahanan Madura United tampil solid dan disiplin tinggi.
Mengandalkan organisasi permainan yang rapi serta kerja keras tanpa kompromi, tim yang didirikan tokoh nasional asal Madura, Achsanul Qosasi, sukses menutup rapat setiap celah lini serang Macan Putih.
Hebatnya, hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada satupun gol tambahan yang mampu disarangkan oleh Persik Kediri di babak kedua.
Keberhasilan meredam dominasi tuan rumah dengan 10 pemain ini membuktikan ketahanan fisik, disiplin taktik, serta mental baja yang dimiliki oleh para pemain Madura United sepanjang 45 menit paruh kedua. (Red)


Komentar