![]() |
| Kegiatan Pembukaan Santri Eduverse tahun 2026.(Dol/Istimewa). |
Pembukaan kegiatan tersebut dihadiri Ketua PCNU Sumenep KH. MD Widadi Rohim, perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, jajaran pengurus PC IPNU Sumenep, serta perwakilan PAC dan PKPT se-Kabupaten Sumenep.
Rangkaian acara diawali oleh Sekretaris Jenderal PC IPNU Sumenep, Rekan Abu Zairi. Momentum pembukaan kemudian diperkuat dengan deklarasi penolakan terhadap perundungan dan pelecehan yang dibacakan oleh Ketua OSIS MTsN 1 Sumenep. Deklarasi ini menjadi pesan penting bahwa lingkungan pendidikan harus menjadi tempat yang aman, bukan ruang bagi tindakan yang merendahkan martabat pelajar.
Ketua PC IPNU Sumenep, Moh. Ainul Yaqin, menegaskan komitmen organisasinya dalam membuka ruang berproses bagi generasi muda. Menurutnya, potensi pelajar tidak cukup hanya diakui, tetapi harus difasilitasi melalui kegiatan yang memberi kesempatan untuk belajar, berkarya, dan menunjukkan kemampuan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai agenda dan kegiatan besar yang telah dirilis PC IPNU-IPPNU Sumenep. Santri Eduverse 2026 menjadi salah satu ikhtiar untuk mempertemukan semangat organisasi pelajar dengan kebutuhan generasi muda yang terus berkembang.
Sementara itu, perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, Nurul Hidayat, mengajak para pelajar memahami Hari Santri secara lebih mendalam. Ia menekankan pentingnya tiga landasan utama dalam kehidupan seorang santri, yakni Islam, iman, dan ihsan.
Ketiganya bukan sekadar konsep keagamaan, melainkan fondasi pembentukan karakter yang harus tercermin dalam perilaku sehari-hari. Santri dituntut tidak hanya memahami ajaran agama, tetapi juga mampu menunjukkan akhlak, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya.
Pesan tersebut diperkuat melalui taujihan Ketua PCNU Sumenep, KH. MD Widadi Rohim. Ia mengingatkan bahwa Hari Santri harus menjadi momentum untuk memperkokoh nilai keislaman, meningkatkan semangat keilmuan, serta memperluas pengabdian kepada masyarakat dan bangsa.
Santri Eduverse 2026 dan Tantangan Generasi Muda
Di tengah perubahan zaman, tantangan pelajar tidak berhenti pada persoalan akademik. Pembentukan karakter, pencegahan perundungan, penguatan nilai keagamaan, serta kemampuan beradaptasi menjadi bagian penting dari proses pendidikan.
Karena itu, keberadaan ruang kolaborasi seperti Santri Eduverse 2026 diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pembukaan dan rangkaian acara seremonial. Lebih dari itu, kegiatan ini perlu menjadi pintu masuk bagi lahirnya program-program berkelanjutan yang benar-benar memberi dampak bagi pelajar dan santri.
PC IPNU-IPPNU Sumenep berharap Santri Eduverse 2026 mampu mendorong generasi muda untuk terus mengembangkan potensi, memperkuat karakter, dan mengambil peran positif di tengah masyarakat.
Sebab, santri masa kini tidak cukup hanya memiliki semangat belajar. Mereka juga harus memiliki keberanian untuk berkarya, keteguhan dalam menjaga nilai, serta kesiapan menghadapi tantangan masa depan tanpa kehilangan jati diri (MQ)


Komentar