|
Menu Close Menu

Bupati Subandi Desak Delta Tirta Benahi Kebocoran Air dan Perluas Layanan di Sidoarjo

Kamis, 05 November 2026 | 20.10 WIB

Bupati Sidoarjo, Subandi saat menghadiri penandatanganan perjanjian kerja sama antara Perumda Delta Tirta Sidoarjo dengan BPR Delta Artha Sidoarjo (Perseroda).(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Sidoarjo– Bupati Sidoarjo Subandi meminta Perumda Delta Tirta melakukan pembenahan menyeluruh untuk meningkatkan pelayanan air bersih kepada masyarakat. Persoalan kebocoran air, perluasan jaringan perpipaan, hingga kualitas infrastruktur menjadi sejumlah pekerjaan yang harus segera dituntaskan.


Subandi menegaskan, pemenuhan kebutuhan air bersih harus menjadi perhatian serius seiring pertumbuhan jumlah penduduk di Kabupaten Sidoarjo. Karena itu, perusahaan daerah tersebut membutuhkan perencanaan jangka panjang agar mampu menjamin ketersediaan pasokan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan.


Hal itu disampaikan Subandi saat menghadiri penandatanganan perjanjian kerja sama antara Perumda Delta Tirta Sidoarjo dengan BPR Delta Artha Sidoarjo (Perseroda), sekaligus peresmian konsultasi publik penyusunan rencana bisnis Perumda Delta Tirta di kantor perusahaan daerah tersebut, Kamis (5/11/2026).


"Kita membutuhkan perencanaan jangka panjang yang mampu mengantisipasi pertumbuhan permintaan, perluasan jaringan, peningkatan pelayanan, serta memastikan ketersediaan pasokan air pada masa mendatang," ujar Subandi.


Menurutnya, salah satu prioritas dalam rencana bisnis perusahaan adalah memperluas cakupan layanan air minum melalui jaringan perpipaan.


Berdasarkan data perusahaan yang dipublikasikan pada Mei 2026, jumlah pelanggan Perumda Delta Tirta pada 2025 telah mencapai lebih dari 228 ribu pelanggan. Meski demikian, cakupan layanan dinilai masih perlu ditingkatkan agar semakin banyak masyarakat Sidoarjo memperoleh akses air bersih.


Subandi mengingatkan, peningkatan kinerja perusahaan tidak cukup hanya dengan mengejar pertambahan pelanggan. Kapasitas produksi, jaringan distribusi, tingkat kehilangan air, kualitas air, hingga mutu pelayanan harus berjalan beriringan.


"Melalui kerja sama dengan BPR Delta Artha ini, kami berharap berbagai persoalan bisa diatasi. Salah satu yang menjadi perhatian adalah masih banyaknya kebocoran air yang harus segera ditangani," tegasnya.


Selain pembenahan teknis, Subandi meminta jajaran direksi Perumda Delta Tirta bekerja secara profesional dan berorientasi pada hasil. Pengelolaan perusahaan harus tetap mengedepankan prinsip bisnis tanpa mengesampingkan kepentingan masyarakat.


Dia juga menekankan pentingnya digitalisasi untuk memperkuat pengawasan kinerja perusahaan. Subandi meminta Perumda Delta Tirta mengintegrasikan data dan informasi pelayanan ke dalam dashboard Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.


"Secara khusus menyoroti pentingnya digitalisasi dalam pengawasan kinerja perusahaan. Kami meminta Perumda Delta Tirta mengintegrasikan data dan informasi pelayanan ke dalam dashboard Pemerintah Kabupaten Sidoarjo," tukasnya.


Melalui sistem tersebut, pemerintah daerah diharapkan dapat memantau kondisi jaringan, mendeteksi titik kebocoran, serta mengidentifikasi wilayah yang membutuhkan tambahan pasokan maupun perluasan jaringan.


"Kalau hari ini kita tidak melakukan digitalisasi, kita bisa tertinggal dengan kabupaten lain. Melalui dashboard, kita bisa melihat kekurangan Perumda Delta Tirta, termasuk mengetahui titik kebocoran dan wilayah yang membutuhkan jaringan," jelasnya.


Subandi juga mengingatkan agar perencanaan pembangunan jaringan dilaksanakan secara konsisten. Jaringan yang telah ditetapkan dalam perencanaan tidak boleh dipindahkan tanpa pertimbangan yang jelas karena berpotensi menghambat pemasangan sambungan baru bagi masyarakat.


Dia meminta jajaran direksi tidak hanya mengandalkan laporan administratif, tetapi turun langsung ke lapangan untuk memastikan persoalan pelayanan segera ditangani.


"Kalau ada masalah, turun ke lapangan. Jangan hanya duduk di belakang meja. Kita harus mengetahui langsung persoalan yang dihadapi masyarakat agar bisa segera diselesaikan," tandasnya.


Persoalan kualitas infrastruktur juga menjadi sorotan. Subandi menyebut masih adanya keluhan terkait jaringan perpipaan dan meteran pelanggan. Penggunaan material pipa pun harus sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.


"Karena itu, kami meminta seluruh jajaran Perumda Delta Tirta memperkuat koordinasi dan memastikan setiap pekerjaan memenuhi standar kualitas. Target pembangunan dan perluasan jaringan pada 2027 juga harus disusun berdasarkan pemetaan kebutuhan masyarakat," imbuhnya.


Subandi berharap penyusunan rencana bisnis Perumda Delta Tirta menjadi momentum pembenahan secara menyeluruh. Seluruh jajaran direksi diminta memiliki visi yang sama untuk meningkatkan kinerja perusahaan sekaligus memberikan pelayanan air bersih yang lebih baik.


"Saya ingin kita semua satu visi untuk membangun Kabupaten Sidoarjo menjadi lebih baik. Tidak boleh ada titipan atau kepentingan lain dalam pengelolaan perusahaan. Yang utama adalah bagaimana meningkatkan kinerja PDAM dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," pungkasnya. (Syaif)

Bagikan:

Komentar