![]() |
| Ketua Fraksi PKB DPRD Kabupaten Sumenep, Rasidi.(Dok/Istimewa). |
Gagasan tersebut disampaikan bertepatan dengan peringatan Haul Raja-Raja Sumenep pada Jumat (30/10/2026). Rasidi menilai, penghormatan terhadap para raja tidak cukup hanya melalui kegiatan seremonial, tetapi perlu diwujudkan dalam langkah konkret yang dapat dikenang lintas generasi.
Salah satu usulannya adalah menjadikan nama raja-raja Sumenep sebagai nama jalan, gedung aula, hingga musala yang belum memiliki nama. Usulan itu mencakup fasilitas di lingkungan DPRD, organisasi perangkat daerah (OPD), maupun bangunan milik pemerintah lainnya.
"Ini momentum yang tepat. Baru saja kita memperingati haul para raja Sumenep. Agar penghormatan ini berlanjut dengan langkah yang lebih konkret, kami mengusulkan nama para raja diabadikan sebagai nama jalan, gedung aula, maupun musala yang belum memiliki nama," ujar Rasidi.
Ia bahkan memberikan sejumlah contoh. Musala di lingkungan DPRD Sumenep yang belum memiliki nama, misalnya, dapat menggunakan nama Bindara Saod.
Sementara itu, RSUD Abuya di Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, menurutnya, bisa diusulkan berganti nama menjadi Rumah Sakit Sultan Abdurrahman.
"Contohnya, musala di DPRD ini belum mempunyai nama. Bisa diberi nama Bindara Saod. Begitu juga Rumah Sakit Abuya di Pulau Kangean, bisa diberi nama Rumah Sakit Sultan Abdurrahman. Ini sekadar contoh," jelasnya.
Rasidi berharap gagasan tersebut mendapat sambutan positif dan dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah. Terlebih, usulan itu disampaikan hanya beberapa hari setelah masyarakat memperingati haul para raja Sumenep.
Menurutnya, momentum tersebut menjadi kesempatan untuk menghadirkan penghormatan yang lebih nyata terhadap tokoh-tokoh sejarah yang memiliki peran penting dalam perjalanan Kabupaten Sumenep.
Ketua Fraksi PKB itu juga menilai, penamaan fasilitas publik yang tidak memiliki landasan filosofis kuat dan tidak berakar dari identitas lokal perlu ditinjau kembali.
Ia berharap, ke depan, nama-nama yang digunakan pada fasilitas publik lebih mencerminkan sejarah dan karakter asli Sumenep, termasuk mengambil inspirasi dari nama para rajanya.
Lebih lanjut, Rasidi yang selama ini dikenal konsen dalam bidang pemberdayaan masyarakat menegaskan, gagasan tersebut memiliki tujuan penting, yakni membumikan sejarah kerajaan Sumenep di tengah kehidupan masyarakat.
Dengan menjadikan nama para raja sebagai nama jalan dan fasilitas publik, generasi muda diharapkan semakin mengenal sejarah daerah serta mengetahui sosok leluhur yang menjadi bagian dari perjalanan Sumenep.
"Tujuannya jelas, agar nama raja-raja Sumenep lebih dikenal luas oleh masyarakat. Generasi muda juga tidak melupakan sejarah dan akar daerahnya, sehingga mereka mengetahui para leluhurnya," ungkapnya.
Rasidi menegaskan, dirinya siap mengawal dan memperjuangkan usulan tersebut agar dapat menjadi perhatian pemerintah daerah dan pihak terkait.
"Kami siap mengawal dan memperjuangkan. Menurut kami, hal ini sangat penting bagi keberlanjutan dan keberlangsungan sejarah Kabupaten Sumenep yang kita cintai," pungkasnya. (Sid)


Komentar