![]() |
| Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat melepas pesepeda peserta Ride for Palestina 2026.(Dok/Istimewa). |
"Kami yang warga Jatim bangga bisa dilepas Ibu kami, Bu Khofifah. Ini akan jadi penyemangat tersendiri untuk para pesepeda Ride for Palestine," kata Humas Ride for Palestine 2026, Wirawan Dwi.
Ia menjelaskan, aksi kemanusiaan yang memasuki tahun ketiga ini merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap rakyat Palestina yang masih menghadapi penjajahan, kekerasan, dan genosida.
Melalui sepeda, para peserta ingin menyuarakan pesan kemanusiaan sekaligus mengajak masyarakat untuk tidak berhenti peduli dan menolak penjajahan dan genosida.
"Bagi kami, sepeda bukan hanya untuk gaya hidup atau alat agar bisa terus sehat, namun juga alat perjuangan," tegas Wirawan.
Ia mengatakan peserta tahun ini datang dari berbagai daerah, di antaranya Surabaya, Sidoarjo, Jakarta, Bandung, Malang, dan Pasuruan. Mereka berkumpul di Surabaya untuk mengikuti perjalanan penuh hingga Jakarta.
“Jumlah peserta terus bertambah. Pada 2024 kami berangkat hanya bertujuh, kemudian menjadi 16 orang pada 2025, dan tahun ini ada 30 pesepeda. Dan tidak hanya 30 pesepeda, kita akan ketemu ribuan pesepeda di seluruh kabupaten kota yang kita lewati," katanya.
Hal ini, kata Wirawan, karena kegiatan ini berkolaborasi dengan banyak komunitas sepeda di seluruh Indonesia.
"Ini menunjukkan bahwa kepedulian semakin meluas dan sepeda mampu menyatukan orang-orang dari berbagai daerah,” ujar Wirawan.
Menurutnya, dukungan terhadap gerakan ini juga semakin besar. Komunitas sepeda dan relawan kemanusiaan di sepanjang jalur perjalanan turut menyambut, mengawal, serta menyediakan kebutuhan peserta.
Gerakan ini juga melibatkan Lembaga Manajemen Infaq (LMI) sebagai mitra kemanusiaan untuk menghubungkan kepedulian masyarakat dengan dukungan bagi Palestina.
"LMI itu lembaga yang kredibel, transparan dan punya jaringan penyaluran sampai ke Palestina. Untuk pengumpulan donasi, kami harus menggandeng lembaga yang terpercaya," tegasnya.
Perjalanan akan melintasi sejumlah wilayah di Jawa Timur dan Jawa Tengah sebelum mencapai Jakarta. Pesepeda di daerah yang dilalui juga berkesempatan bergabung pada etape tertentu.
Dari Surabaya rombongan menuju Ngawi. Lalu menuju Jogja, Semarang, Cirebon, Bandung Bekasi dan Jakarta. Finish di kantor DPR RI, dan akan melakukan audiensi di Badan Kehormatan Antar Parlemen. Setelah itu, rombongan akan ke Kedutaan Besar Palestina di Jakarta.
“Bagi kami, Ride for Palestine bukan sekadar bersepeda 1.000 kilometer. Ini adalah cara kami menyuarakan bahwa rakyat Palestina tidak sendiri. Mungkin kayuhan kami kecil, tetapi kami tidak ingin diam ketika kemanusiaan terluka. Kami ingin terus berada di pihak kemanusiaan dan menyuarakan kemerdekaan Palestina,” pungkas Wirawan.(red)


Komentar