|
Menu Close Menu

Pasca-Muscab VII, Hairil Syapril Mulai Pimpin IKAPMII Jember, Konsolidasi Alumni Jadi Prioritas

Kamis, 05 November 2026 | 09.27 WIB

Tampak penyerahan secara simbolis kantor IKA PMII dari Ketua Umum demisioner, Hadinuddin, bersama Sekretaris Umum demisioner, Sutrisno, kepada Ketua Umum terpilih, Hairil Syapril Soleh, bersama Sekretaris Umum terpilih, Mohammad Erfan Agustian. (Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id,Jember - Estafet kepemimpinan Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKAPMII) Cabang Jember resmi memasuki babak baru. Setelah sukses menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) VII pada 31 Oktober 2026, kepemimpinan organisasi kini beralih kepada Ketua Umum terpilih, Hairil Syapril Soleh, bersama Sekretaris Umum terpilih, Mohammad Erfan Agustian.


Momentum pergantian kepemimpinan tersebut ditandai dengan serah terima kesekretariatan IKAPMII Jember yang berlangsung pada Rabu (4/11/2026). Penyerahan dilakukan oleh Ketua Umum demisioner, Hadinuddin, bersama Sekretaris Umum demisioner, Sutrisno, kepada kepemimpinan baru.


Prosesi tersebut disaksikan jajaran panitia Muscab VII dan sejumlah alumni PMII. Kegiatan sekaligus dirangkaikan dengan pembubaran panitia Muscab VII sebagai tanda berakhirnya seluruh rangkaian tugas kepanitiaan.


Ketua Umum demisioner IKAPMII Jember, Hadinuddin, berpesan agar momentum pergantian kepemimpinan menjadi titik awal untuk memperkuat kembali persatuan seluruh alumni.


"Muscab telah selesai dan kepemimpinan baru telah terbentuk. Sudah saatnya seluruh alumni kembali bersatu dalam satu rumah besar IKAPMII. Perbedaan pandangan dalam proses musyawarah merupakan dinamika organisasi yang wajar, tetapi persaudaraan dan kepentingan organisasi harus tetap menjadi prioritas utama," pesannya.


Ia berharap kepemimpinan baru mampu melanjutkan berbagai agenda organisasi sekaligus menghadirkan gagasan dan terobosan progresif untuk memperkuat peran alumni PMII di Kabupaten Jember.


Senada, Sekretaris Umum demisioner, Sutrisno, menekankan pentingnya kesinambungan tata kelola organisasi, terutama dalam penguatan administrasi, kelembagaan, dan komunikasi antarpengurus.


"Serah terima kesekretariatan ini merupakan bagian penting dari keberlanjutan organisasi. Kami berharap kepengurusan baru dapat semakin memperkuat sistem administrasi, pendataan alumni, serta membangun komunikasi organisasi yang lebih tertata dan berkesinambungan," ujarnya.


Sementara itu, Ketua Umum IKAPMII Jember terpilih, Hairil Syapril Soleh, menegaskan bahwa konsolidasi dan penguatan solidaritas alumni menjadi prioritas awal dalam kepemimpinannya.


Menurutnya, amanah yang diberikan melalui Muscab VII bukan semata-mata tanggung jawab ketua dan pengurus terpilih, melainkan tanggung jawab bersama seluruh keluarga besar alumni PMII.


"Muscab VII telah memberikan amanah dan tanggung jawab besar kepada kami. Namun, amanah ini bukan semata-mata milik ketua atau pengurus terpilih, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh alumni PMII. Karena itu, langkah awal yang akan kami lakukan adalah membangun konsolidasi, merangkul seluruh elemen alumni, dan memperkuat kembali semangat kebersamaan," kata Hairil Syapril.


Ia juga menegaskan bahwa IKAPMII harus menjadi rumah besar yang mampu mengakomodasi seluruh potensi alumni tanpa membedakan latar belakang, generasi, maupun perbedaan pandangan selama proses Muscab.


"Tidak boleh ada sekat-sekat setelah Muscab. Kompetisi telah selesai, sekarang saatnya kolaborasi. IKAPMII harus menjadi ruang bersama untuk memperkuat jejaring alumni, melahirkan gagasan strategis, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan dan kehidupan masyarakat Jember," tegasnya.


Selain serah terima kesekretariatan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum pembubaran panitia Muscab IKAPMII VII.

Ketua Panitia Muscab VII, Zaki Emyus, menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran panitia, pengurus demisioner, peserta Muscab, serta para alumni yang telah memberikan dukungan sehingga agenda organisasi tersebut dapat terlaksana dengan baik.


"Alhamdulillah, seluruh rangkaian Muscab VII telah kita lalui bersama. Tentu keberhasilan ini bukan hasil kerja satu atau dua orang, melainkan buah dari semangat gotong royong, kebersamaan, dan tanggung jawab seluruh panitia serta dukungan para alumni," ungkap Zaki.


Ia menegaskan, berakhirnya tugas formal kepanitiaan tidak berarti berakhir pula tanggung jawab moral sebagai kader dan alumni PMII.


"Dengan dibubarkannya kepanitiaan ini, maka tugas formal kami sebagai panitia telah selesai. Namun, tanggung jawab moral sebagai kader dan alumni PMII tidak pernah berakhir. Kami berharap seluruh elemen alumni dapat memberikan dukungan kepada kepemimpinan baru demi kemajuan IKAPMII Jember," lanjutnya.


Zaki yang juga menjabat sebagai Direktur Pascasarjana PGRI Argopuro Jember tersebut berharap nilai persaudaraan yang terbangun selama pelaksanaan Muscab tetap terjaga dan menjadi modal penting bagi kepengurusan berikutnya.


Berakhirnya Muscab VII, dilanjutkan dengan serah terima kesekretariatan dan pembubaran panitia, menjadi penanda dimulainya fase baru perjalanan IKAPMII Jember.


Kepemimpinan Hairil Syapril Soleh bersama Mohammad Erfan Agustian kini dihadapkan pada sejumlah agenda strategis, mulai dari penyusunan kepengurusan bersama tim formatur, penguatan konsolidasi internal, hingga membangun sinergi antargenerasi alumni.


"Muscab boleh berakhir, kepanitiaan boleh dibubarkan, dan kepemimpinan boleh berganti. Namun, nilai persaudaraan, komitmen perjuangan, serta semangat pengabdian yang menjadi fondasi gerakan alumni PMII harus terus hidup dan diwariskan," pungkas Zaki. (Eko) 

Bagikan:

Komentar