|
Menu Close Menu

PERGATSI Jatim Bidik Gateball Jadi Cabor Resmi Popda XVI

Jumat, 06 November 2026 | 23.47 WIB

Ketua Umum Pengurus Provinsi PERGATSI Jawa Timur, Aries Agung Paewai saat memberikan sambutan dalam acara pembukaan ekshibisi gateball di Universitas PGRI Adi Buana, Surabaya.(Dok/Istimewa). 

Lensajatim.id, Surabaya– Persatuan Gateball Indonesia (PERGATSI) Jawa Timur mulai menyiapkan langkah untuk mendorong gateball menjadi cabang olahraga (cabor) resmi pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XVI Jawa Timur.

Target tersebut akan diwujudkan melalui perluasan pembinaan di berbagai daerah, peningkatan partisipasi pelajar, serta penjaringan atlet-atlet muda potensial.


Ketua Umum Pengurus Provinsi PERGATSI Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengatakan, keikutsertaan gateball dalam Popda XV Jatim 2026 sebagai cabor ekshibisi menjadi momentum penting untuk memperkenalkan olahraga tersebut kepada kalangan pelajar sekaligus mempersiapkan regenerasi atlet.


“Momentum ini mudah-mudahan Popda yang akan datang gateball terus bisa ikut di pertandingan yang sesungguhnya. Karena saat ini masih ekshibisi, ke depan kita menargetkan sudah masuk dalam prospek Popda ke-16,” katanya saat pembukaan ekshibisi gateball di Universitas PGRI Adi Buana, Kamis (5/11/2026).


Aries menjelaskan, status ekshibisi membuat hasil pertandingan gateball belum masuk dalam perhitungan perolehan medali emas, perak, dan perunggu maupun klasemen resmi Popda.


Karena itu, peningkatan kualitas pembinaan dan perluasan partisipasi daerah menjadi faktor penting agar gateball dapat memenuhi persyaratan untuk dipertandingkan secara resmi pada penyelenggaraan berikutnya.


Pada Popda XV Jatim 2026, ekshibisi gateball diikuti perwakilan dari 14 kabupaten/kota. Peserta berasal dari Kabupaten Bojonegoro, Ponorogo, Banyuwangi, Sidoarjo, Mojokerto, Lumajang, Magetan, Jember, Tuban, dan Jombang.


Sementara dari wilayah kota, peserta berasal dari Kota Mojokerto, Malang, Madiun, dan Surabaya.


Menurut Aries, Malang dan Mojokerto merupakan dua daerah yang selama ini cukup aktif mengembangkan gateball. Keduanya telah memiliki kegiatan serta kompetisi tingkat lokal yang turut mendorong pertumbuhan olahraga tersebut.


Namun, PERGATSI Jatim ingin pengembangan gateball tidak hanya terpusat di dua daerah itu. Pembinaan perlu diperluas ke kabupaten/kota lainnya, terutama melalui pengenalan gateball di lingkungan sekolah.


Dengan demikian, semakin banyak pelajar yang mengenal, tertarik, dan memiliki kesempatan untuk menekuni olahraga tersebut.


“Harapan kita, semakin banyak atlet-atlet pelajar yang tumbuh dan berkembang karena diberikan wadah yang tepat, khususnya di Popda ini,” imbuhnya.


Selain memperkuat pembinaan atlet pelajar, pengembangan gateball juga diarahkan untuk mendukung kesiapan Jawa Timur menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun depan.


Aries menilai, sejumlah atlet muda memiliki potensi dan kemampuan yang dapat terus dikembangkan melalui program pembinaan secara berkelanjutan.


Meski demikian, persiapan pemusatan latihan atau training center (TC) masih menghadapi sejumlah tantangan. Di antaranya keterbatasan waktu dan fasilitas latihan.


Dukungan anggaran yang disiapkan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) saat ini juga masih terbatas sehingga diperlukan upaya untuk mengoptimalkan pembinaan yang telah berjalan.


Melalui keikutsertaan dalam Popda XV Jatim 2026, PERGATSI Jatim berharap perkembangan gateball semakin meluas dan mampu melahirkan atlet-atlet pelajar berkualitas.


Perluasan partisipasi daerah, pengenalan di lingkungan sekolah, serta pembinaan yang berkesinambungan diharapkan menjadi modal penting untuk mewujudkan target gateball sebagai cabang olahraga resmi pada Popda XVI Jawa Timur. (Red) 

Bagikan:

Komentar