![]() |
| Surya Paloh saat menerima World Humanity Award.(Dok/Istimewa). |
Penghargaan tersebut diberikan atas dedikasi dan kontribusinya dalam berbagai misi kemanusiaan, baik di Indonesia maupun di tingkat internasional.
Penghargaan bergengsi itu diserahkan langsung oleh Founder dan CEO International Cooperation Platform (ICP) Turki, Cengis Orgencil, selaku penyelenggara Bosphorus Summit.
Dalam prosesi penyerahan, pembawa acara menyampaikan bahwa penghargaan khusus yang diberikan setiap tahun tersebut kali ini menjadi kehormatan bagi Surya Paloh dari Indonesia.
Pengakuan itu tidak terlepas dari rekam jejak Surya Paloh dalam berbagai aksi kemanusiaan. Salah satunya melalui Program Indonesia Menangis yang digagas Media Group saat bencana tsunami Aceh pada 2004.
Melalui Yayasan Sukma, Surya kemudian menginisiasi pembangunan Sekolah Sukma Bangsa. Lembaga pendidikan tersebut didirikan untuk memberikan akses pendidikan bagi anak-anak korban tsunami.
Komitmen serupa juga diwujudkan melalui pembangunan sekolah di Palu setelah bencana gempa bumi dan likuifaksi pada 2018.
Kiprah kemanusiaannya juga menjangkau dunia internasional. Pada 2015, Surya Paloh turut terlibat dalam upaya pembebasan kru kapal Indonesia yang disandera di Filipina Selatan.
Kepedulian tersebut berlanjut dengan pemberian beasiswa penuh kepada 30 anak asal Filipina Selatan untuk menempuh pendidikan di Sekolah Sukma Bangsa Aceh.
Saat pandemi Covid-19 melanda, Media Group kembali mengambil bagian dalam misi kemanusiaan. Media Hotel didedikasikan sebagai tempat tinggal bagi dokter dan tenaga kesehatan yang bertugas menangani pandemi.
Seluruh biaya operasional, termasuk konsumsi dan kebutuhan logistik para tenaga kesehatan, ditanggung sepenuhnya oleh Media Group.
Menerima penghargaan tersebut, Surya Paloh mengaku bersyukur. Ia menyampaikan bahwa dirinya tidak pernah membayangkan kerja-kerja kemanusiaan yang selama ini dilakukan akan memperoleh pengakuan internasional.
“Saya tidak pernah membayangkan menerima penghargaan ini karena saya melakukannya dengan hati ikhlas,” ujar Surya.
Ia juga mendedikasikan penghargaan tersebut kepada seluruh tim yang selama ini terlibat dalam berbagai kegiatan kemanusiaan, sekaligus untuk bangsa Indonesia.
Menutup sambutannya, Surya mengutip pemikiran tokoh kemanusiaan India, Mahatma Gandhi, mengenai pentingnya kepedulian dan pengendalian diri dalam kehidupan bersama.
“Dunia cukup memenuhi kebutuhan setiap manusia, tetapi tidak cukup memenuhi kerakusan manusia,” pungkasnya.
Penghargaan World Humanity Award tersebut menjadi pengakuan atas kontribusi Surya Paloh dalam mendorong aksi kemanusiaan yang tidak hanya berfokus pada bantuan saat bencana, tetapi juga menyentuh aspek pendidikan, perlindungan, dan kepedulian terhadap sesama. (Red)


Komentar