> Jaman Jatim Nonaktifkan DPK Jaman Kota Surabaya
|
Menu Close Menu

Jaman Jatim Nonaktifkan DPK Jaman Kota Surabaya

Minggu, 01 November 2020 | 18.40 WIB

caption : Moelyadi, SH, Ketua DPD Jaman Jatim mengumumkan penonaktifan pengurus DPK Jaman Kota Surabaya


lensajatim Id Surabaya-
Langkah DPK Jaringan Kemandirian Nasional (Jaman) Kota Surabaya mendukung Eri - Armuji berbuntut panjang. Pasalnya, DPD Jaman Jatim menonaktifkan kepengurusan DPK Jaman Surabaya. 


Menurut Moelyadi, Ketua DPD Jaman Jatim, keputusan itu diambil karena DPK Jaman Surabaya tidak disiplin dan tidak mematuhi arahan organisasi dalam merespon Pilwali Surabaya 2020. Sementara, DPK Jaman Surabaya diambilalih oleh DPD. 


"Jaman secara organisasi telah memutuskan mendukung pasangan nomor urut 02, Machfud Arifin - Mujiaman Sukirno. Tapi Jaman Surabaya justru memberikan dukungan kepada pasangan nomor urut 01 Eri Cahyadi - Armuji. Karena itu kami nonaktifkan sementara," tegas Moelyadi, Minggu (1/11/2020).


Moelyadi mengungkapkan dari total 19 pilkada di Jawa Timur, Jaman berpartisipasi aktif di 6 pilkada. Antara lain, Pilkada Kabupaten Malang, Jember,  Banyuwangi, Sumenep, Gresik dan Kota Surabaya. Di luar Surabaya, semuanya berjalan baik. Sebab dukungan yang diberikan sesuai arahan organisasi. 


Padahal lanjut Moelyadi, Jaman memberikan dukungan dengan pertimbangan yang matang. Termasuk dukungan pada pasangan Machfud-Mujiaman di Pilwali Surabaya 2020.


"Kami mendukung Machfid - Mujiaman karena program mereka pro rakyat. Diantaranya program pembangunan Rp150 juta per RT. Ini akan membuat pembangunan Surabaya merata. Tidak sekedar di wilayah protokol atau tengah kota," ujar advokat muda ini. 


Terpisah, Samsul Arifin pembina DPK Jaman Surabaya memahami keputusan DPD Jaman Jatim menonaktifkan Jaman Surabaya. Sebab dalam organisasi ada aturan yang harus dipatuhi bersama. Tidak bisa pengurus jalan sendiri-sendiri. 


Ia juga mengaku kaget dengan dukungan yang diberikan Jaman Surabaya kepada pasangan nomor urut 01. Sebab, sebagai pembina pihaknya tak pernah diberitahu atau dimintai pendapat.


"Saya kaget juga tiba-tiba ada dukungan Jaman Surabaya ke pasangan nomor 01. Sebagai pembina, saya belum pernah diajak bicara sebelumnya," pungkas anggota DPRD Jatim itu. (Had)

Bagikan:

Komentar