|
Menu Close Menu

Gus Lilur Ungkap Perbedaan Harga Beras Indonesia dan Vietnam

Senin, 28 Juli 2025 | 05.31 WIB

Gus Lilur saat berkunjung ke Limbung Beras Vietnam di Distrik Sa Dec, Provinsi Dong Thap, Vietnam.(Dok/Istimewa).
Lensajatim.id, Surabaya — Pengusaha muda asal Situbondo, HRM Khalilur R. Abdullah Sahlawiy atau yang akrab disapa Gus Lilur, melontarkan kritik tajam terkait tingginya harga beras di Indonesia. Menurutnya, perbandingan harga antara beras kualitas terbaik di Indonesia dan Vietnam sangat mencolok, dan hal itu terjadi bukan tanpa sebab.


“Beras kualitas terbaik di Vietnam yang setara dengan beras terbaik di Indonesia hanya dibanderol Rp 9.000 per kilogram. Sementara di Indonesia, harga beras kualitas serupa bisa mencapai Rp 18.000 hingga Rp 20.000 per kilogram,” ungkap Founder dan Owner Bandar Laut Dunia (BALAD) Grup ini, Senin (28/07/2025).


Ia menegaskan bahwa harga tinggi tersebut bukan berasal dari beras Bulog, melainkan dari produk beras komersial terbaik yang beredar di pasaran. Menurut Gus Lilur, ada satu akar persoalan utama yang membuat harga beras dalam negeri melambung: mafia pupuk.


“Di Vietnam, para petani dimanja dengan segala fasilitas dari pemerintahnya. Mereka bebas dari cengkeraman mafia pupuk,” ujar Ketua Umum Netra Bakti Indonesia (NBI) itu.


Sebaliknya, di Indonesia, kata dia, para petani harus berjibaku menghadapi kelangkaan pupuk dan dominasi mafia yang mengatur distribusinya. Hal ini berimbas langsung pada biaya produksi yang tinggi dan berdampak ke harga jual beras di tingkat konsumen.


Pernyataan tersebut disampaikan Gus Lilur saat sedang melakukan kunjungan bisnis ke Lumbung Beras Vietnam di Distrik Sa Dec, Provinsi Dong Thap, Vietnam, pada Ahad (27/7/2025).


Dari sana, ia menyatakan tekadnya untuk memperluas perdagangan beras kualitas terbaik dari Vietnam ke berbagai negara, termasuk negara-negara maju yang membutuhkan pasokan pangan premium.


“Saya meneguhkan niat untuk berdagang beras kualitas terbaik dari Vietnam ke seluruh dunia yang membutuhkan. Bismillah, semoga langkah ini bermanfaat bagi banyak manusia dan kemanusiaan,” pungkas Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif versi Forkom Jurnalis Nahdliyin (FJN) itu. (Had) 

Bagikan:

Komentar