|
Menu Close Menu

Mimpi Jadi Devisa, Jangan Jadi Derita, Ning Lia Tekankan Pelatihan PMI Sesuai Pasar Dunia

Senin, 07 Juli 2025 | 17.27 WIB

Ning Lia, Anggota DPD RI asal Jawa Timur.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Jakarta – Senator DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap nasib Pekerja Migran Indonesia (PMI). Dikenal luas dengan panggilan Ning Lia, perempuan yang akrab disapa "Senator Cantik" ini menegaskan bahwa kunci utama kesuksesan PMI di luar negeri adalah keterampilan yang tepat, bukan semata niat mencari nafkah.


“Jika skill kita sesuai dengan yang dibutuhkan negara tujuan, kita bisa mendapatkan penghargaan bahkan fasilitas yang layak. Tapi jika tidak, kita sendiri yang akan rugi – rugi waktu, tenaga, biaya, bahkan perasaan karena meninggalkan keluarga,” ujar Ning Lia, Senin (07/07/2025). 


Dalam berbagai kesempatan, Ning Lia kerap menyoroti realita di balik gemerlap harapan menjadi tenaga kerja migran. Menurutnya, kerugian yang dialami PMI bukan hanya soal materi, tapi juga beban emosional ketika ternyata tidak mampu bertahan karena tidak punya bekal keterampilan yang memadai.


Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif Versi Forkom Jurnalis Nahdliyin (FJN) ini menegaskan, proses menjadi PMI bukan perkara sepele. Mulai dari pengurusan dokumen, biaya perjalanan, transit antarnegara, hingga adaptasi budaya kerja asing – semua itu hanya akan berarti jika dibarengi kesiapan keterampilan dan mental yang matang.


“Jangan sampai niat baik justru berakhir menyedihkan. Kita perlu tahu apa yang dibutuhkan negara tujuan dan mempersiapkan diri sebaik mungkin," tandas Keponakan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. 


Ning Lia pun mencontohkan sejumlah PMI sukses yang ditemuinya. Ada yang menjadi koki roti di Arab Saudi, ada pula yang bekerja di kapal pesiar Eropa. Keberhasilan mereka tak lepas dari penguasaan keahlian spesifik sesuai standar internasional.


“Koki di Arab Saudi misalnya, harus tahu resep khas mereka. Sementara di kapal pesiar Eropa, disiplin, bahasa asing, dan pemahaman protokol keselamatan jadi syarat mutlak,” jelasnya. 


Namun, Ning Lia menegaskan bahwa keterampilan teknis saja tidak cukup. Yang juga penting adalah sikap profesional, kemauan belajar, kemampuan adaptasi budaya, serta kecakapan hidup (life skill). Terutama preventive skill, atau keterampilan menghadapi dan mencegah masalah sejak awal.


“PMI yang sukses bukan hanya punya skill teknis, tapi juga tahu cara menyelesaikan konflik, berkomunikasi dengan baik, dan menjaga diri dalam situasi sulit," tandasnya. 


Sebagai Anggota DPD RI, Ning Lia tak tinggal diam. Ia terus mendorong pemerintah untuk menyusun kebijakan pelatihan tenaga kerja migran yang berbasis pada kebutuhan pasar internasional. Menurutnya, para PMI adalah aset dan pahlawan devisa yang harus disiapkan dengan baik sebelum diberangkatkan.


“Negara harus hadir. Berikan mereka pelatihan sesuai kebutuhan pasar global. PMI yang berkualitas bukan hanya menjaga nama baik bangsa, tapi juga jadi kebanggaan Indonesia di mata dunia,” pungkasnya.

Bagikan:

Komentar