![]() |
H.Mohammad Supriyadi, Ketua Umum IKAWIGA.(Dok/Istimewa). |
Dalam sela aktivitasnya, Supriyadi menikmati momen sederhana: menyeruput kopi hangat di udara sejuk Malang. Bagi dirinya, kesejukan Malang menghadirkan ruang renung yang sulit ditemui di Jakarta.
“Kalau di ibu kota, panas bukan hanya dari cuaca, tapi juga hiruk pikuk demo dan tragedi yang menyisakan luka. Malang sebaliknya, memberi keteduhan untuk menata hati,” ujarnya, Jumat (29/08/2025).
Ngopi siang itu bukan sekadar jeda, melainkan ruang diskusi bersama para staf. Satu per satu detail persiapan pelantikan ditinjau, memastikan setiap langkah nanti berjalan rapi tanpa kekurangan.
Bagi Supriyadi, secangkir kopi mengajarkan harmoni. Pahit dan manis menyatu, sebagaimana perjalanan sebuah organisasi yang penuh suka dan duka. Alumni, katanya, bukan sekadar nama dalam daftar, melainkan roh yang menjaga kampus tetap hidup, relevan, dan mampu menjawab tantangan zaman.
“Pelantikan nanti bukan hanya seremonial. Ini adalah ikrar kebersamaan, bahwa IKAWIGA akan terus tumbuh, berakar kuat di tanah kelahiran, dan menjulang tinggi menatap dunia,” tegasnya.
Suasana teduh Malang seakan meneguhkan keyakinan itu: bahwa dari sebuah pertemuan hangat, lahirlah semangat baru untuk membawa IKAWIGA melangkah lebih jauh. (Had)
Komentar