![]() |
| Megawati Soekarnoputri dalam acara Kongres PDIP di Bali.(Dok/Detik.com). |
Pengukuhan ini berlangsung singkat namun penuh makna. Ketua Steering Committee Kongres, Komarudin Watubun, menjelaskan bahwa seluruh peserta, 100 persen, secara aklamasi meminta Megawati segera dikukuhkan. Padahal, acara awalnya dijadwalkan berlangsung hingga malam hari.
"Karena sudah diputuskan dalam Rakernas kemarin, jadi hari ini hanya pengukuhan. Forum Rakernas memang bukan forum pemilihan," jelas Komarudin.
Namun di balik pengukuhan formal tersebut, sorotan justru tertuju pada momen kebersamaan Megawati bersama dua anaknya: Puan Maharani dan Prananda Prabowo.
Puan Maharani, yang juga menjabat sebagai Ketua DPP PDIP, membagikan momen emosional dalam akun Instagram pribadinya @puanmaharaniri. Ia mengunggah foto tengah mencium ibunya, berdampingan dengan sang adik, Prananda Prabowo, yang juga memperlihatkan kehangatan serupa.
“Bismillah,” tulis Puan singkat namun penuh arti, menyertai foto berlatar belakang lambang Garuda Pancasila, Bendera Merah Putih, dan panji kebesaran PDIP bertajuk “Satyam Eva Jayate – Berderap Dalam Satu Rampak Barisan.”
Foto ini sontak menjadi simbol kuat kekompakan internal keluarga Megawati—menepis isu panas tentang potensi rivalitas antara Puan dan Prananda menjelang masa depan PDIP.
Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus pun angkat bicara. Ia menegaskan bahwa hubungan antara Puan dan Prananda sangat baik, dan momen tersebut adalah penegasan bahwa keduanya solid mendukung kepemimpinan Megawati.
"Masih ada pihak-pihak yang mencoba membenturkan keduanya. Tapi kenyataannya, keluarga Bu Mega tetap utuh dan kuat," kata Deddy.
Kongres ini digelar secara tertutup dan eksklusif. Hanya kader-kader terpilih, termasuk seluruh Ketua, Sekretaris, dan Bendahara DPD dan DPC yang mendapat akses. Kawasan sekitar BNDCC dijaga ketat oleh petugas partai, memastikan hanya yang berkepentingan bisa memasuki area kongres.
Dengan pengukuhan Megawati ini, PDI Perjuangan kembali menegaskan arah dan barisan politiknya menuju Pemilu 2029. Namun publik kini juga mengamati dinamika internal partai, khususnya siapa yang akan disiapkan Megawati sebagai estafet selanjutnya—apakah Puan, Prananda, atau figur kejutan lain?
Satu hal yang pasti: dalam Kongres ke-6 ini, PDIP tak hanya menunjukkan soliditas struktur, tetapi juga kekuatan simbolik dalam satu rampak barisan keluarga. (Antr/Had)


Komentar