|
Menu Close Menu

Ning Lia dan Cak Eri Dorong Surabaya Jadi Role Model Kampung Pancasila Nasional

Sabtu, 30 Agustus 2025 | 21.16 WIB

Ning Lia, Anggota DPD RI saat bertemu dengan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.(Dok/Istimewa).
Lensajatim.id, Surabaya– Upaya menjaga keberlangsungan bangsa melalui penguatan nilai-nilai Pancasila terus digelorakan. Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama atau akrab disapa Ning Lia, bersama Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (Cak Eri) menegaskan komitmennya untuk menjadikan Surabaya sebagai contoh nyata penerapan Pancasila di era globalisasi.


Ning Lia menilai gagasan Kampung Pancasila yang digagas Pemkot Surabaya bukan sekadar slogan, melainkan implementasi nyata nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat.


“Keberlangsungan bangsa sangat bergantung pada sejauh mana kita menjalankan nilai-nilai Pancasila dalam tindakan, bukan hanya ucapan. Jika Surabaya berhasil menjadi role model Kampung Pancasila, saya yakin kota-kota lain akan menirunya,” ujar Ning Lia saat kunjungan kerja ke Balai Kota Surabaya, Kamis (28/8/2025).


Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. “Saya memimpikan Surabaya seperti kota-kota maju di dunia, di mana warganya menjalankan Pancasila dalam perbuatan. Hal ini juga sejalan dengan ajaran agama untuk saling tolong-menolong dalam kebaikan,” tambahnya.


Cak Eri mengungkapkan, saat ini Pemkot Surabaya telah meresmikan 1.360 Kampung Pancasila di 153 kelurahan. Program ini merupakan pengembangan dari Kampung Madani yang telah memberi dampak positif di tingkat RW.


“Melalui Kampung Pancasila, kami ingin menciptakan lingkungan yang saling menolong, bergotong royong, dan menjaga harmoni sosial,” jelas Cak Eri.


Sebagai langkah konkret menghadapi tantangan urbanisasi dan degradasi moral, Cak Eri juga membentuk Satgas Kampung Pancasila di setiap RW dan RT.


Satgas ini memiliki peran strategis, antara lain, membina generasi muda agar terhindar dari pergaulan negatif, seperti geng motor. Kemudian berkolaborasi dengan tokoh masyarakat dan agama untuk memperkuat nilai kebangsaan.


Lalu berikutnya, menggerakkan kebiasaan memilah sampah rumah tangga sehingga biaya pengelolaan sampah dapat dialihkan ke pendidikan gratis atau modal usaha. 


Mendorong program produktif seperti penyediaan bahan kebutuhan untuk hotel dan pabrik lokal, demi membuka lapangan kerja. Dan mengawasi rumah kos agar tidak menjadi sumber masalah sosial.


Gerakan ini melibatkan semua elemen masyarakat, mulai dari RT/RW, Kader Surabaya Hebat, LPMK, Bunda PAUD, komunitas, hingga perguruan tinggi.


Dengan sinergi tersebut, Ning Lia dan Cak Eri optimistis Surabaya bisa menjadi teladan nasional dalam menghidupkan nilai-nilai Pancasila secara nyata. (Had) 

Bagikan:

Komentar