|
Menu Close Menu

OSMB UT Surabaya 2025: Komitmen Pendidikan Fleksibel untuk Semua Kalangan

Sabtu, 30 Agustus 2025 | 16.36 WIB

Dr. Suparti, M.Pd, Direktur UT Surabaya saat wawancara dengan media.(Dok/Fiq).
Lensajatim.id, Surabaya– Universitas Terbuka (UT) Surabaya kembali menggelar Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) 2025, Sabtu (30/8/2025). Kegiatan ini menjadi langkah awal penting bagi 5.703 mahasiswa baru yang siap memulai perjalanan akademik mereka di perguruan tinggi negeri berbasis pembelajaran jarak jauh ini.

Direktur UT Surabaya, Dr. Suparti, M.Pd, menjelaskan bahwa OSMB kali ini dilaksanakan secara serentak di tiga lokasi, yaitu Kantor UT Surabaya, Kabupaten Bojonegoro, dan Kabupaten Tuban. Di Kantor UT Surabaya, kegiatan digelar secara hybrid dengan menggabungkan teknologi digital dan interaksi langsung.


Sebanyak 4.217 peserta mengikuti kegiatan secara daring melalui Zoom, sementara 748 mahasiswa hadir langsung di lokasi. Di Kabupaten Tuban, OSMB diikuti 490 mahasiswa, dan di Kabupaten Bojonegoro sebanyak 465 mahasiswa hadir secara tatap muka.


“Pelaksanaan ini merupakan tahap ketiga setelah sebelumnya tahap pertama digelar sepenuhnya offline dengan 678 peserta, dan tahap kedua dilaksanakan di Madiun, Mojokerto, Gresik, Jombang, dan Pamekasan,” jelas Dr. Suparti.


OSMB UT Surabaya bukan sekadar pengenalan kampus. Kegiatan ini memperkenalkan sistem registrasi, pembelajaran, hingga ujian di UT, sekaligus menanamkan nilai kemandirian dan tanggung jawab bagi mahasiswa baru.


“Kami berharap para mahasiswa masuk ke Universitas Terbuka dengan kesiapan yang baik. Ibarat pepatah, jangan sampai masuk ke hutan dalam keadaan gelap. Melalui OSMB ini, mereka sudah memiliki penerang sehingga siap menghadapi proses belajar,” ujar Suparti.


Selain itu, esok hari akan dilanjutkan dengan Pelatihan Keterampilan Belajar Jarak Jauh (PKBJJ) yang bertujuan membekali mahasiswa dengan keterampilan merencanakan waktu belajar di tengah kesibukan pekerjaan maupun tanggung jawab keluarga.


Yang menarik, peserta OSMB UT Surabaya 2025 datang dari berbagai latar belakang. Ada guru, tenaga medis, ASN, wirausaha, pekerja swasta, petani, hingga ibu rumah tangga. Usia peserta pun beragam, mulai dari 16 tahun hingga 49 tahun, bahkan pada gelombang pertama sempat tercatat peserta berusia 64 tahun.


“Komposisi mahasiswa baru kali ini 70 persen adalah generasi muda, sementara 30 persen lainnya berasal dari kalangan pekerja senior. Ini menunjukkan bahwa belajar di UT semakin diminati berbagai kelompok usia,” tambah Suparti.


UT Surabaya menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTNBH) yang terakreditasi nasional dan internasional. Biaya kuliah yang terjangkau—mulai dari Rp1,3 juta per semester—tidak mengurangi kualitas layanan pendidikan.


“UT itu murah, tapi tidak murahan. Kami berkomitmen menghadirkan pendidikan tinggi berkualitas dunia, dengan standar manajemen dan akreditasi yang ketat,” tegas Suparti.


Selain kegiatan akademik, UT Surabaya juga mengembangkan organisasi kemahasiswaan dan kegiatan ekstrakurikuler seperti futsal, voli, renang, fotografi, penulisan ilmiah, hingga pecinta alam. Hal ini diharapkan dapat membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga aktif dalam pengembangan diri.


Dengan mengusung tema “Belajar Sepanjang Hayat”, OSMB UT Surabaya 2025 menjadi bukti bahwa pendidikan tinggi kini dapat dijangkau oleh siapa pun, kapan pun, dan di mana pun.


“Harapan kami, dengan adanya UT Surabaya, masyarakat tidak lagi memiliki alasan untuk tidak kuliah. Belajar bisa dilakukan secara fleksibel tanpa mengganggu pekerjaan atau tanggung jawab keluarga,” pungkas Suparti. (Had) 

Bagikan:

Komentar