|
Menu Close Menu

Generasi Remaja Terancam Hancur Gara-Gara Pil Koplo, Ning Lia Ingatkan Alarm Darurat Sosial!

Selasa, 16 September 2025 | 12.59 WIB

Ning Lia Istifhama, Anggota DPD RI asal Jawa Timur.(Dok/Istimewa).
Lensajatim.id, Surabaya – Fenomena penyalahgunaan pil koplo di kalangan remaja kian meresahkan. Obat terlarang yang mudah dijangkau ini telah menjadi tren berbahaya, merusak kesehatan fisik dan mental, bahkan memicu tindakan anarkis.


Puncak kekhawatiran itu terlihat saat aksi demonstrasi ricuh di Surabaya beberapa waktu lalu. Aparat menemukan fakta mencengangkan: sebagian besar perusuh yang berusia remaja terbukti berada di bawah pengaruh pil koplo. Obat keras itu mereka konsumsi untuk meningkatkan keberanian sekaligus menghilangkan rasa takut, yang akhirnya berujung pada tindakan brutal.


Menanggapi situasi darurat ini, anggota DPD RI sekaligus aktivis pemerhati anak, Lia Istifhama, menyuarakan keprihatinan mendalamnya.


“Apa yang terjadi di Surabaya adalah puncak gunung es dari masalah yang jauh lebih besar. Penggunaan pil koplo bukan lagi sekadar kenakalan remaja, tetapi sebuah krisis sosial,” tegas politisi yang populer dengan sapaan Ning Lia, Senin (15/9/2025).


Menurutnya, remaja yang terjerat pil koplo sejatinya adalah korban dari minimnya pengawasan keluarga, kurangnya ruang kegiatan positif, hingga masifnya peredaran obat-obatan ilegal yang menyasar generasi muda.


Karena itu, Ning Lia mendesak agar penegakan hukum terhadap bandar dan pengedar diprioritaskan. Namun ia juga menekankan pentingnya langkah preventif.


“Penjara tidak akan cukup jika kita tidak memutus mata rantainya dari hulu. Keluarga harus menjadi benteng pertama dengan komunikasi yang terbuka,” jelas putri ulama kharismatik KH Maskur Hasyim itu.


Ning Lia juga mengingatkan sekolah untuk lebih serius mengintegrasikan pendidikan tentang bahaya narkoba secara intensif, bukan sebatas formalitas. Selain itu, ia menekankan perlunya lebih banyak wadah kegiatan positif yang terjangkau, agar energi remaja tersalurkan pada hal-hal yang membangun.


“Ini panggilan tanggung jawab seluruh elemen bangsa. Kita tidak boleh tinggal diam sebelum lebih banyak lagi generasi muda yang hilang arah di jalanan,” pungkasnya. (Had) 

Bagikan:

Komentar