![]() |
| Ning Lia Istifhama, Anggota DPD RI asal Jawa Timur.(Dok/Istimewa). |
RISING Fellowship merupakan program kolaboratif yang diluncurkan pada 2018 melalui kesepakatan antara Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong dan Presiden RI Joko Widodo. Inisiatif ini dirancang untuk mempererat hubungan antarpemerintah serta mendukung percepatan pembangunan daerah melalui inovasi, peningkatan kapasitas pemimpin daerah, dan pertukaran pengalaman lintas negara.
Ning Lia mengaku bersyukur dapat terlibat langsung dalam rangkaian kegiatan RISING Fellowship di Singapura. Keterlibatan tersebut, menurutnya, memberikan ruang pembelajaran yang luas mengenai pola pembangunan yang inovatif, modern, dan berkelanjutan. Dalam kesempatan itu, ia juga berdialog secara langsung dengan Senior Minister Lee Hsien Loong mengenai arah strategis pengembangan daerah. Pertemuan ini memberikan banyak masukan yang diyakininya dapat diterapkan untuk mendorong kemajuan Jawa Timur.
“Banyak gagasan penting yang dapat kita terapkan untuk mendorong Jawa Timur naik kelas, baik dari sisi ekonomi maupun kesejahteraan masyarakat,” ujar Ning Lia, Sabtu (15/11/2025).
Di berbagai forum diskusi, Lia menegaskan bahwa Jawa Timur memiliki modal kuat untuk memperluas kerja sama internasional. Ketersediaan sumber daya manusia yang berkualitas, kekuatan sektor industri, serta pertumbuhan UMKM yang sangat dinamis menjadi fondasi penting untuk mempererat hubungan dengan negara-negara mitra seperti Singapura. Ia juga mengapresiasi dukungan Duta Besar Singapura untuk Indonesia HE. Kwok Fook Seng dan Duta Besar RI untuk Singapura yang turut membuka jalan bagi keikutsertaannya. Menurut Lia, dukungan tersebut merupakan bentuk pengakuan terhadap peran strategis Jawa Timur dalam diplomasi pembangunan regional.
Melalui program RISING Fellowship, para peserta mendapatkan pelatihan dan pendampingan intensif yang difokuskan pada tiga sektor utama. Pertama, penguatan manajemen sekolah yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan di daerah. Kedua, peningkatan layanan rumah sakit melalui inovasi dalam tata kelola dan pelayanan kesehatan. Ketiga, pembukaan peluang investasi baru yang dapat memperkokoh struktur ekonomi daerah. Seluruh rangkaian ini diharapkan dapat mendorong percepatan transformasi pelayanan publik dan menciptakan ekosistem pembangunan yang lebih inklusif.
Ning Lia optimistis bahwa berbagai wawasan serta jejaring internasional yang diperoleh dari program tersebut akan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Jawa Timur. Ia menekankan pentingnya kolaborasi global sebagai pendorong modernisasi tata kelola pemerintahan dan percepatan pembangunan daerah.
“Ini merupakan wujud cinta pada negeri. Harapan saya, apa yang kita pelajari dapat memperkuat tata kelola pemerintahan dan menghadirkan pembangunan yang lebih modern serta berkelanjutan,” tuturnya.
Dengan semakin intensifnya hubungan internasional yang dibangun Jawa Timur, Lia meyakini bahwa provinsi ini berada pada posisi strategis untuk menghadapi tantangan global. Ia berharap kemitraan dengan Singapura dan negara lain terus diperluas demi menciptakan kesejahteraan yang lebih merata dan pembangunan yang berdaya saing tinggi. (Red)


Komentar