|
Menu Close Menu

Hari Guru Nasional, Ketum IKAWIGA Malang: Guru Adalah Cahaya Abadi yang Tak Pernah Redup

Selasa, 25 November 2025 | 14.29 WIB

Ketua Umum IKAWIGA, H. Mohammad Supriyadi.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Malang — Ketua Umum Ikatan Alumni Widya Gama (IKAWIGA) Malang, H. Mohammad Supriyadi, menyampaikan penghormatan mendalam kepada seluruh guru di Indonesia bertepatan dengan peringatan Hari Guru Nasional, Selasa (25/11/2025). Dalam pesannya, pria yang akrab disapa Supriyadi itu menegaskan bahwa guru bukan sekadar pengajar di ruang kelas, melainkan sosok yang berperan besar dalam membentuk generasi bangsa.


Menurut Supriyadi, perjalanan hidup setiap individu selalu melekat pada jasa seorang guru yang mengajarkan bukan hanya pengetahuan, tetapi juga nilai, moral, dan keteladanan hidup. Ia menegaskan bahwa kesuksesan seseorang tidak bisa dilepaskan dari peran guru yang hadir dalam setiap tahap perkembangan diri.


“Kesuksesan kita juga berkat jasa besar seorang guru yang mendidik dan memberikan teladan baik bagi kita,” ujarnya.


Supriyadi kemudian mengungkapkan apresiasinya dengan ungkapan puitis yang menggambarkan betapa fundamental peran guru bagi keberlangsungan bangsa. “Di tengah kegelapan ketidaktahuan, guru adalah cahaya abadi yang tak pernah redup. Bukan hanya menerangi jalan, tetapi mengajarkan kami cara menyalakan lampu kami sendiri. Selamat Hari Guru 2025!” tandasnya.


Pernyataan Supriyadi sejalan dengan pandangan bahwa guru memiliki posisi strategis dalam pembangunan bangsa. Selain mentransfer ilmu, guru membentuk karakter, memupuk etika, dan membangun pola pikir generasi masa depan. Di tengah perubahan sosial yang cepat, guru menjadi penopang utama agar generasi muda tetap memiliki arah, integritas, dan daya saing.


Dalam konteks dunia pendidikan yang terus bertransformasi, guru juga berperan sebagai inovator, sosok yang menghadirkan pembelajaran kreatif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan zaman. Guru bukan hanya mengajar di kelas, tetapi juga menjadi pendamping psikologis, inspirator, dan motivator bagi peserta didik.


Pria yang juga Ketua Umum Jaringan Pengusaha Nasional (JAPNAS) Jawa Timur, Supriyadi menaruh harapan besar agar penghargaan terhadap profesi guru tidak berhenti sebatas ucapan. Menurutnya, momentum Hari Guru harus menjadi ajang refleksi untuk meningkatkan kesejahteraan, kualitas pelatihan, serta dukungan sistem pendidikan yang lebih baik.


“Bangsa yang besar selalu menghormati gurunya. Jika kita ingin masa depan Indonesia lebih cerah, maka guru harus berada di pusat perhatian kebijakan pendidikan,” ujarnya dalam kesempatan yang sama.


Supriyadi berharap agar pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dapat bersama-sama memperkuat ekosistem pendidikan melalui pemberdayaan guru, penyediaan fasilitas belajar yang memadai, dan pengembangan kesempatan bagi tenaga pendidik untuk terus meningkatkan kompetensi.


Dengan semangat Hari Guru Nasional, Supriyadi mengajak semua pihak untuk kembali mengingat dan menghargai sosok guru sebagai pilar utama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Guru, tegasnya, akan selalu menjadi mata air pengetahuan yang tak pernah kering dan cahaya yang tak pernah padam. (Had) 

Bagikan:

Komentar