|
Menu Close Menu

Menko PM Cak Imin Targetkan Satu Juta Warga Miskin Ekstrem Terima Tanah TORA pada 2026

Rabu, 26 November 2025 | 11.19 WIB

Cak Imin Menko PM saat rapat bersama Nusron Wahid Menteri ATR/BPN.(Dok/Istimewa).
Lensajatim.id, Jakarta — Pemerintah menargetkan sedikitnya satu juta warga miskin ekstrem di berbagai wilayah Indonesia menerima tanah negara melalui program Tanah Objek Reforma Agraria (TORA). Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar usai menggelar rapat bersama Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid di Kantor Kemenko PM, Jakarta, Senin (24/11/2025).


Cak Imin menyebut program redistribusi lahan produktif ini merupakan langkah strategis pemerintah dalam mempercepat pengentasan kemiskinan, khususnya kemiskinan ekstrem. Ia menegaskan bahwa TORA akan menjadi instrumen nyata bagi masyarakat lapisan terbawah untuk memiliki akses aset produktif yang dapat dikelola secara mandiri dan berkelanjutan.


“Tanah seumur hidup untuk rakyat miskin. Sesuai arahan Presiden Prabowo, pemerintah akan segera mendistribusikan hak guna lahan produktif agar reforma agraria menjadi instrumen nyata penghapusan kemiskinan ekstrem,” ujar Cak Imin.


Ia menjelaskan, proses distribusi tanah akan diprioritaskan kepada kelompok Desil 1 dan 2 yang tercatat dalam Data Tunggal Ekonomi Nasional, terutama yang berprofesi sebagai petani dan peternak. Penetapan kriteria tersebut, kata dia, dimaksudkan agar tanah benar-benar diberikan kepada penerima manfaat yang paling membutuhkan.


Menko PM menambahkan, selain membantu peningkatan kesejahteraan ekonomi, program ini diharapkan memperkuat kemandirian masyarakat untuk keluar dari lingkar kemiskinan tanpa bergantung sepenuhnya pada bantuan sosial. Menurutnya, paradigma pengentasan kemiskinan di era pemerintahan Presiden Prabowo mulai bergerak ke arah pemberdayaan, bukan semata distribusi bantuan.


“Salah satu cara penanggulangan kemiskinan yang paling bagus dan berjangka menengah panjang adalah distribusi aset kepemilikan produksi, yaitu tanah,” tegasnya.


Muhaimin memastikan pelaksanaan TORA akan disesuaikan dengan sebaran masyarakat miskin ekstrem serta ketersediaan lahan negara agar penyaluran berjalan efektif dan tepat sasaran. Program ini akan melibatkan sejumlah kementerian/lembaga terkait di bawah koordinasi langsung Menko PM sesuai mandat Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.


Sementara itu, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid menyatakan kesiapan kementeriannya dalam menyiapkan lahan yang akan dibagikan kepada masyarakat penerima manfaat. Ia optimistis target distribusi untuk satu juta warga miskin ekstrem dapat dicapai.


“Kami menyiapkan lahannya, beliau (Menko PM) yang mengkoordinasi. Memang itu tugas Pak Menko,” kata Nusron.


Program TORA ini diharapkan menjadi tonggak pemerataan kesejahteraan, sekaligus mendorong terbentuknya masyarakat yang lebih mandiri secara ekonomi di masa mendatang. (Sumber: Detik.com) 

Bagikan:

Komentar