![]() |
| Kios Pupuk Nusa Indah Dungkek dan Ketua Fraksi PKB DPRD Sumenep, Rasidi. (Dok/Istimewa). |
Informasi yang dihimpun tim media menyebutkan bahwa petani kerap datang sejak dini hari untuk melakukan penebusan pupuk, namun sering kali kios tidak buka. Situasi ini berlangsung sejak lama dan dinilai merugikan petani, terutama saat memasuki musim tanam yang membutuhkan kepastian pasokan pupuk.
Seorang petani yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa pelayanan buruk tersebut telah terjadi bertahun-tahun.
“Kadang kami sudah menunggu sejak subuh untuk mengambil pupuk. Tapi jam delapan orangnya sudah tidak ada karena katanya pergi ke tokonya. Kami sering menghabiskan waktu seharian hanya untuk mendapatkan pupuk,” keluhnya.
Ia menegaskan bahwa ketidakpastian layanan membuat petani kehilangan banyak waktu yang seharusnya digunakan untuk mengolah lahan.
“Kami ini petani, pekerjaan kami banyak. Tapi waktu habis hanya untuk menunggu pupuk,” tambahnya.
Keluhan petani mencapai puncaknya pada Selasa (18/11/2025), ketika perwakilan petani dari tiga desa berkumpul di rumah salah satu kepala desa untuk membahas langkah-langkah penyelesaian, termasuk dorongan agar kios tersebut diganti.
“Hari ini kami berkumpul untuk membahas masalah kios pupuk itu. Kalau bisa, kiosnya diganti saja,” ujar salah satu petani lainnya.
Para petani berharap pemerintah segera mengambil langkah tegas untuk menertibkan pelayanan distribusi pupuk agar lebih tertib, teratur, dan tidak menyulitkan mereka yang sedang menyiapkan lahan tanam.
Secara terpisah, Ketua Fraksi PKB DPRD Sumenep, Rasidi, menyampaikan kekecewaannya dan mendesak Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep untuk melakukan penertiban terhadap kios penyedia pupuk bersubsidi yang dinilai tidak menjalankan tugasnya dengan baik.
“Seharusnya DKPP tidak membiarkan kios yang mempersulit layanan penebusan pupuk. Kasihan para petani,” tegas Rasidi.
Ia meminta DKPP segera turun ke lapangan memastikan pelayanan berjalan sesuai aturan.
“Kalau perlu, kios seperti itu ditertibkan. Jangan biarkan petani terus kebingungan dalam mendapatkan pupuk bersubsidi,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kios Nusa Indah belum memberikan keterangan resmi. Sementara itu, persoalan ketersediaan pupuk bagi petani menjadi salah satu perhatian khusus Presiden RI Prabowo Subianto dalam upaya memperkuat ketahanan pangan dan sektor pertanian nasional.
Para petani kini menunggu langkah nyata pemerintah daerah demi memastikan distribusi pupuk bersubsidi berjalan lancar, tepat waktu, dan berpihak pada kepentingan mereka. (Yud/Had)


Komentar