![]() |
| Musda ke-XI MUI Jatim di Gedung Negara Grahadi Surabaya.(Dok/Istimewa). |
Pernyataan itu disampaikan Gubernur Khofifah saat menerima audiensi jajaran pengurus MUI Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Audiensi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kebersamaan, mencerminkan eratnya sinergi antara ulama dan umaro dalam menjaga harmoni sosial, keutuhan umat, serta stabilitas kehidupan beragama di Jawa Timur.
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa MUI Jawa Timur memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam mendampingi umat dan merespons berbagai tantangan sosial, keagamaan, maupun kebangsaan. Ia mengapresiasi konsistensi MUI Jatim dalam menghadirkan pandangan keagamaan yang moderat, menyejukkan, dan relevan dengan dinamika masyarakat.
“Keberadaan MUI bukan hanya sebagai rujukan umat dalam persoalan keagamaan, tetapi juga sebagai pilar moral yang turut menjaga persatuan, toleransi, dan kedamaian di tengah keberagaman Jawa Timur,” ujar Khofifah.
Menurutnya, dukungan terhadap Musda XI MUI Jatim diharapkan menjadi momentum konsolidasi organisasi untuk memperkuat peran strategis tersebut ke depan, sekaligus melahirkan kepemimpinan yang amanah dan berintegritas.
Audiensi ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan dan pengurus MUI Jawa Timur, di antaranya Ketua Umum MUI Jatim KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah, S.H., M.M., Wakil Ketua Umum Prof. Dr. KH. Abd. Halim Soebahar, M.A. dan Prof. Dr. KH. Thohir Luth, M.A., serta para ketua dan pengurus harian lainnya.
Hadir pula para sekretaris dan bendahara MUI Jatim, termasuk Dr. H. M. Hasan Ubaidillah, Dra. Hj. Faridatul Hanum, M.Kom.I., Dr. Lia Istifhama, M.EI., Dr. H. Nur Fauzi, M.Pd.I., H. Rasidi, S.E., Drs. H. Abd. Mujib Hasyim, M.Pd.I., dan Drs. H. Saifuddin Zaini, M.Pd.I. Kehadiran para tokoh ulama dan akademisi ini menunjukkan komitmen kolektif MUI Jatim dalam menjaga kesinambungan organisasi serta meningkatkan kualitas pelayanan umat.
Dalam kesempatan tersebut, pengurus MUI Jatim juga menyampaikan kesiapan pelaksanaan Musda XI sebagai forum tertinggi organisasi di tingkat daerah. Musda ini akan menjadi ajang evaluasi program kerja, perumusan arah kebijakan, serta pemilihan kepengurusan baru.
Musyawarah Daerah ke-XI MUI Jawa Timur dipandang sebagai momentum penting untuk memperkuat peran ulama dalam menjawab tantangan zaman, termasuk isu sosial-keagamaan, penguatan moderasi beragama, serta kontribusi nyata dalam pembangunan daerah.
Dengan sinergi yang terus terjaga antara MUI Jawa Timur dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, diharapkan nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil alamin dapat semakin mengakar dan menjadi fondasi kuat bagi terwujudnya masyarakat Jawa Timur yang damai, adil, dan sejahtera. (Red)


Komentar