|
Menu Close Menu

Menjemput Kedamaian Senja di Pesisir Utara: Senator Lia Istifhama Rekomendasikan Pantai Lamongan untuk Liburan Nataru

Kamis, 25 Desember 2025 | 08.33 WIB

Ning Lia Istifhama, Anggota DPD RI asal Jawa Timur.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Lamongan— Kabupaten Lamongan seolah tak pernah kehabisan pesona untuk memikat siapa pun yang berkunjung. Kekayaan alam yang autentik, khususnya di wilayah pesisir utara Jawa Timur, menjadikan Lamongan sebagai destinasi ideal bagi masyarakat yang merindukan ketenangan sekaligus keindahan alam, terutama pada momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).


Di tengah padatnya aktivitas dan hiruk pikuk akhir tahun, deretan pantai Lamongan hadir sebagai oase yang menenangkan. Hamparan laut yang luas, semilir angin pantai, serta lanskap alam yang masih terjaga mampu membasuh penat rutinitas harian. Tak heran jika pesona ini turut menarik perhatian Anggota DPD RI, Lia Istifhama.


Senator yang akrab disapa Ning Lia itu menilai Lamongan memiliki kekayaan wisata bahari yang layak menjadi pilihan utama liburan akhir tahun. Menurutnya, pantai-pantai di Lamongan menawarkan pengalaman yang bukan sekadar visual, tetapi juga sentuhan batin yang menenangkan.


“Momentum libur Nataru adalah waktu yang tepat untuk kembali ke alam dan mensyukuri anugerah keindahan yang ada di sekitar kita,” ujar Ning Lia, Rabu (24/12/2025). 


Keponakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tersebut menegaskan pentingnya mendukung dan mempromosikan wisata lokal. Selain menyuguhkan panorama alam yang indah, destinasi wisata daerah juga menjadi ruang kebersamaan keluarga dalam suasana yang asri dan penuh kehangatan.


Salah satu titik yang menjadi perhatian khusus Ning Lia adalah sebuah kawasan pantai di wilayah Banjarwati, Kecamatan Paciran, yang kerap dijuluki sebagai “Pantai Maldives-nya Lamongan”. Pantai ini dikenal sebagai ruang kreatif bagi para pencinta fotografi, dengan daya tarik visual yang kuat dan karakter pesisir yang khas.


Latar kapal-kapal nelayan yang bersandar rapi di tepian pantai menciptakan komposisi foto yang puitis, merepresentasikan kehidupan masyarakat pesisir yang sederhana namun sarat makna. Keunikan lainnya adalah keberadaan gubuk-gubuk bambu yang berjajar di sepanjang bibir pantai. Struktur bambu yang sederhana ini memberi kesan tradisional sekaligus estetik, menjadi tempat ideal untuk bersantai sambil menikmati aroma laut.


Namun, pesona pantai ini mencapai puncaknya saat matahari mulai tenggelam. Cahaya keemasan senja yang memantul di permukaan laut, berpadu dengan siluet gubuk bambu dan kapal nelayan, menghadirkan suasana romantis sekaligus reflektif. Keindahan tersebut dinilai tak kalah dengan destinasi wisata kelas internasional.


Ning Lia pun mengajak masyarakat untuk menyempatkan diri menikmati momen senja di pantai Lamongan. Menurutnya, pengalaman tersebut bukan semata soal mengabadikan gambar untuk media sosial, melainkan tentang membangun kembali kedekatan dengan alam dan menemukan ketenangan dalam kesederhanaan.


“Keindahan luar biasa itu sering kali berada sangat dekat dengan kita. Pantai Lamongan adalah salah satu buktinya,” pungkas Ning Lia.


Dengan pesona alam yang dimiliki, Pantai Lamongan kian mengukuhkan diri sebagai rekomendasi destinasi wisata Nataru yang ramah keluarga, menenangkan, sekaligus membanggakan potensi wisata lokal Jawa Timur. (Red) 

Bagikan:

Komentar