![]() |
| FOTO: Miftahul Munir, M. Hum. Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Provinsi Jawa Timur |
SURABAYA, lensajatim.id - Beberapa hari yang lalu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur meresmikan layanan Trans Laut atau transportasi laut dengan jalur utamanya, Probolinggo - Gili Ketapang - Gili Mandangin Terakhir Pelabuhan Branta Pamekasan.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak menjelaskan, bahwa kehadiran Kapal cepat Transportasi laut diharapkan mampu mewujudkan aksebilitas transportasi laut dan pemerataan ekonomi masyarakat pulau Madura dan Probolinggo.
" Dengan adanya Trans Laut ini, diharapakan membangkitkan roda ekonomi di daerah kepulauan, Wes Wayahe (sudah waktunya) semua warga mendapat akses Transportasi tidak hanya dirasakan di perkotaan, warga kepulauan juga harus merasakan," Ucap Wagub saat meresmikan Trans Laut pada Rabu ( 10/12/2025).
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur, Nyono menjelaskan bahwa, pemilihan rute yang disiapkan berdasarkan kedekatan kultur dan akses pelabuhan yang sudah ada, baik yang ada di Probolinggo maupun di Madura.
"Kapal cepat Trans Laut Jatim memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor Pariwisata, Perdagangan antar daerah, serta ekonomi kreatif, dengan tarif dari 5.000-18.000," Terang Nyono.
Keberadaan Kapal cepat Trans Laut Jatim yang sudah beroperasi sejak 24 Nopember itu, mendapat perhatian serius dan apresiasi dari Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Jatim, Miftahul Munir, M. Sos, menurutnya keberadaan Trans Laut ini sudah sejak lama dinantikan khususnya oleh masyarakat yang ada di kepulauan, dengan harapan mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat kepulauan.
"Warga Madura sangat berterimakasih kepada Pemerintah Provinsi Jatim yang telah menyediakan Transportasi laut, semoga kedepan lebih maksimal pelayanannya, sehingga ekonomi masyarakat kepulauan juga terangkat," Ucap Pria yang biasa dipanggil Miftah ini.
Miftah berharap, kedepan Dishub Jatim diharapkan bisa menambah rute antar kepulauan yang ada di Madura, tidak hanya berfokus pada kepulauan yang jauh tapi rute antar pulau yang ada di Madura yang sudah ada aksesnya juga perlu perhatian, seperti Pulau Gili Raja - Gili Genting - Raas, ini akses yang dilintasi oleh Trans Laut dan sudah ada Pelabuhan di kepulauan tersebut.
"Seperti Kepulauan Gili Raja itu sebetulnya bisa dijadikan salah satu rute pemberhentian Trans Laut, disamping sudah ada Dermaga besar yang dulu diresmikan oleh Gubernur Sukarwo, Masyarakat pulau Gili Rajah perputaran ekonomi lebih banyak ke Probolinggo ketimbang Sumenep," Terang Miftah (Red/Mhal)


Komentar