|
Menu Close Menu

Dihadiri Putra-Putrinya, FJN Gelar Haul Kedua Rizal Ramli di Surabaya

Jumat, 09 Januari 2026 | 17.05 WIB

Kegiatan Haul Dr. Rizal Ramli di Rumah Literasi Digital Surabaya.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Surabaya — Forkom Jurnalis Nahdliyin (FJN) menggelar Haul II memperingati wafatnya Dewan Pembina FJN, Dr. Rizal Ramli, di Rumah Literasi Digital (RLD) Surabaya, Kamis (8/1/2026). Peringatan berlangsung khidmat melalui rangkaian renungan, penyampaian testimoni, serta doa dan tahlil bersama.


Acara ini dihadiri langsung oleh dua putra-putri almarhum, Dhitta Puti Saraswati dan Dipo Satria Ramli. Hadir pula Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, KH. Akhmad Jazuli, mewakili Gubernur Jawa Timur , dan hadir juga Irwan Setiawan, mantan Ketua DPW PKS Jawa Timur. Kehadiran keluarga dan perwakilan pemerintah daerah menambah suasana hangat sekaligus penuh takzim terhadap sosok ekonom senior tersebut.


Rangkaian acara dikemas dalam penyampaian testimoni mengenai Rizal Ramli, yang semasa hidup dikenal vokal, kritis, dan konsisten menyuarakan kepentingan publik. Acara dipandu oleh Gus Izzak, dilanjutkan dengan pembacaan tahlil dan doa bersama untuk almarhum.


Sejumlah tokoh akademisi turut memberikan testimoni, di antaranya Rektor Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Prof. Dr. Safi, S.H., M.H., serta dosen Ilmu Politik Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Airlangga Pribadi Kusman. Mereka menyoroti gagasan, keberanian berpikir, serta kontribusi intelektual Rizal Ramli dalam perkembangan ekonomi dan demokrasi Indonesia.


Acara ini juga dihadiri puluhan peserta dari berbagai kalangan, mulai anggota FJN, komunitas jurnalis, aktivis mahasiswa, aktivis NU, akademisi, serta masyarakat umum—yang datang untuk mengenang sosok yang dinilai menginspirasi melalui pemikiran kritis dan keberpihakannya kepada rakyat kecil.


Ketua FJN, Muhamad Didi Rosadi, menegaskan bahwa haul ini merupakan bentuk penghormatan atas jasa dan keteladanan almarhum.


“Kegiatan ini sebagai bentuk penghormatan terhadap Bang Rizal. Beliau merupakan dewan pembina FJN, sosok yang selalu memberikan semangat berpikir kritis sekaligus keberanian menyuarakan kepentingan publik,” ujarnya.


Ia juga mengenang kedekatan personalnya dengan almarhum.


“Saya kenal beliau sejak di Jakarta, tetapi justru lebih sering berinteraksi sejak saya di Surabaya. Kalau beliau ke Jawa Timur, beliau selalu bilang seperti pulang kampung, karena almarhumah istrinya asli Malang,” tambah pria yang akrab disapa Diday itu.


Haul II Rizal Ramli tidak hanya menjadi penanda peringatan wafatnya tokoh bangsa, tetapi juga ruang refleksi atas pemikiran, integritas, dan perjuangannya. Melalui renungan dan testimoni, para peserta diajak meneladani keberanian intelektual serta komitmen almarhum terhadap keadilan sosial dan kesejahteraan rakyat. (Had) 

Bagikan:

Komentar