![]() |
| Foto bersama para juara dalam ajang ORADO CUP Kabupaten Bangkalan tahun 2026. (Dok/Istimewa). |
Kategori junior diikuti peserta usia 18 tahun ke bawah (pelajar), sedangkan kategori senior diperuntukkan bagi peserta usia 18 tahun ke atas (umum). Sepanjang turnamen, pertandingan berlangsung sengit sejak babak penyisihan hingga final, menunjukkan peningkatan kualitas permainan domino di Bangkalan
.
Berdasarkan hasil pertandingan, pada kategori umum (senior), juara pertama diraih Tim Morsongai. Posisi kedua ditempati Tim Jual Beli Mobil, disusul Komunitas Wartawan Bangkalan (KWB) sebagai juara ketiga, dan Tim Kemayoran Barat di posisi keempat.
Sementara pada kategori pelajar (junior), SMAN 2 Bangkalan keluar sebagai juara pertama. Posisi kedua ditempati SMAN 1 Kamal, juara ketiga diraih MA Al Hidayah Kabupaten Bangkalan, dan juara keempat SMAN 1 Arosbaya.
Panitia juga menyediakan hadiah pembinaan dengan total jutaan rupiah. Juara pertama mendapatkan Rp2 juta, juara kedua Rp1,5 juta, juara ketiga Rp1 juta, dan juara keempat Rp500 ribu.
Ketua Federasi ORADO Kabupaten Bangkalan, Helmi Fuad, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan Kejurcab tahun ini. Ia menilai keberhasilan tersebut menjadi pijakan penting bagi pengembangan organisasi ke depan.
“Alhamdulillah semua berjalan lancar, dari awal hingga akhir. Ini menunjukkan bahwa ORADO Bangkalan semakin siap dalam menyelenggarakan event yang tertib dan berkualitas,” ujarnya.
Helmi memastikan para juara dari kategori umum maupun pelajar akan dipersiapkan secara maksimal untuk mengikuti Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Jawa Timur yang dijadwalkan berlangsung pada 5 April 2026.
“Untuk juara kelas umum dan pelajar, kita tidak hanya kirim ke Kejurprov, tapi juga akan kita siapkan secara maksimal agar bisa bersaing dan membawa nama baik Bangkalan,” tegasnya.
Ia menambahkan, ORADO tidak hanya berperan sebagai penyelenggara kompetisi, tetapi juga sebagai wadah pembinaan agar permainan domino semakin tertata dan memiliki nilai positif.
“Domino ini sudah membudaya di masyarakat. Tugas kita adalah merapikan, mendisiplinkan, dan membuatnya punya nilai positif serta prestasi,” katanya.
Ke depan, ORADO Bangkalan akan memperkuat pembinaan melalui pembentukan klub-klub di berbagai wilayah, mulai dari kampung, kafe, hingga titik kumpul komunitas pemain.
“Kami akan bentuk klub di kampung-kampung, kafe, dan titik kumpul pemain. Minimal lima orang per klub, supaya pembinaan bisa berjalan berjenjang dan berkelanjutan,” jelas Helmi.
Usai penyerahan hadiah ORADO CUP 2026, Helmi bersama Ketua Federasi ORADO Jawa Timur, Mahendra Abdillah Kamil, serta jajaran pengurus meninjau lokasi pembangunan sekretariat permanen ORADO Bangkalan.
Menurut Helmi, pembangunan sekretariat permanen tersebut menjadi simbol keseriusan organisasi dalam membangun sistem yang lebih profesional dan berkelanjutan.
“Sekretariat ini akan menjadi pusat aktivitas ORADO Bangkalan. Di sinilah nanti pembinaan atlet, rapat pengurus, hingga perencanaan program dilakukan secara terarah,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pembangunan tersebut merupakan hasil inisiatif bersama pengurus dan komunitas.
“Ini murni dari kami, dari semangat kebersamaan. Kami ingin punya rumah sendiri agar organisasi ini bisa berkembang lebih profesional,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Mahendra Abdillah Kamil memberikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan Kejurcab sekaligus langkah progresif pembangunan sekretariat permanen.
“Saya melihat Bangkalan ini punya energi besar. Tidak hanya sukses menggelar kejuaraan, tapi juga punya visi membangun organisasi yang kuat,” ujarnya.
Puncak komitmen tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan sekretariat permanen ORADO Bangkalan di kawasan Stadion Bangkalan, Jalan Soekarno-Hatta.
Menurut Mahendra, langkah ini merupakan terobosan penting yang patut menjadi contoh bagi daerah lain di Jawa Timur.
“Ini luar biasa. Bangkalan jadi yang pertama berinisiatif membangun sekretariat permanen. Ini bukan hal kecil, ini langkah besar untuk masa depan organisasi,” tegasnya.
Ia juga memastikan dukungan dari pengurus provinsi terhadap pengembangan ORADO di daerah.
“Kami tinggal komunikasi saja. Apa yang dibutuhkan, selama bisa kami bantu, pasti akan kami support,” katanya.
Mahendra turut menekankan pentingnya pembinaan lanjutan bagi para atlet berprestasi.
“Saya tidak ingin atlet yang sudah menang ini dilepas begitu saja. Harus ada training camp, pembinaan intensif, agar mereka benar-benar siap menghadapi Kejurprov,” tambahnya.
Ia berharap langkah ORADO Bangkalan ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain.
“Kalau Bangkalan bisa memulai, kami yakin daerah lain juga bisa. Yang penting ada kemauan dan komitmen,” tegasnya.
Sebatas informasi, selain dihadiri Ketua ORADO Jatim, kegiatan tersebut juga dihadiri jajaran pengurus ORADO Jawa Timur, di antaranya Wakil Ketua/Ketua Harian Mulyadi, S.H., Ketua Bidang Pelatihan dan Pembinaan Atlet Denny Prasetya, Anggota OKK Dinar Putri Herlambang, S.IP., Anggota OKK Hendra Prayogi, serta Anggota Kompetisi Candra Kurniawan.(Syaiful)


Komentar