![]() |
| Anggota DPD RI Lia Istifhama dalam sebuah acara Muslimat NU.(Dok/Istimewa). |
Dalam pernyataannya, Lia menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas perjalanan panjang Muslimat NU yang dinilai konsisten menjadi pilar penting pemberdayaan perempuan di Indonesia. Ia menilai, organisasi ini tidak hanya melahirkan perempuan yang tangguh secara sosial, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai akhlak dan keagamaan.
“Selamat Harlah ke-80 Muslimat NU. Semoga terus melangkah menjadi kekuatan perempuan yang berdaya, berakhlak mulia, dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya, Minggu (29/03/2026).
Lia menegaskan, keberadaan Muslimat NU memiliki posisi yang sangat strategis dalam membangun tatanan masyarakat yang adil, sejahtera, dan bermartabat. Menurutnya, peran perempuan dalam organisasi keagamaan menjadi kunci penting dalam memperkuat fondasi sosial serta menjaga keseimbangan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Lebih lanjut, ia menyoroti nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah yang dipegang teguh oleh Muslimat NU sebagai landasan kuat dalam merawat moderasi beragama serta memperkuat harmoni sosial di tengah keberagaman Indonesia.
Sebagai badan otonom perempuan di bawah naungan Nahdlatul Ulama, Muslimat NU dinilai terus menunjukkan konsistensinya dalam mendorong pemberdayaan perempuan melalui berbagai program di bidang pendidikan, sosial, dan keagamaan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Memasuki usia ke-80, Lia berharap Muslimat NU semakin solid dan adaptif dalam menjawab tantangan zaman, serta terus memperkuat peran perempuan sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan kemajuan dan kesejahteraan bagi masyarakat luas.
“Bersama Muslimat NU, kita wujudkan Indonesia yang adil, sejahtera, dan bermartabat,” tutupnya. (Red)


Komentar