![]() |
| Anggota DPD RI Lia Istifhama saat menerima DPP Pemuda Parlemen Indonesia di Surabaya.(Dok/Istimewa). |
Dalam dialog yang berlangsung hangat tersebut, senator yang akrab disapa Ning Lia itu menekankan pentingnya membangun kolaborasi dengan berbagai pihak tanpa meninggalkan prinsip dan idealisme perjuangan pemuda.
“Sinergi itu penting, tetapi jangan sampai pemuda kehilangan jati diri dan idealismenya. Pemuda harus tetap menjadi pelopor perubahan dengan menjunjung tinggi akhlak, etika, dan integritas,” ujar Ning Lia di hadapan jajaran pengurus DPP Pemuda Parlemen Indonesia yang dipimpin Ketua Umum Saripudin.
Tokoh yang dikenal dekat dengan kalangan mahasiswa itu juga mendorong para pengurus organisasi kepemudaan untuk terus meningkatkan kapasitas diri melalui penguatan literasi, diskusi kebangsaan, serta keterlibatan aktif dalam aksi sosial di tengah masyarakat.
Menurutnya, kualitas pemuda sebagai calon pemimpin masa depan tidak hanya diukur dari kecerdasan intelektual, tetapi juga dari sikap santun, integritas, serta kemampuan menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah agenda strategis juga dibahas sebagai arah gerak Pemuda Parlemen Indonesia ke depan. Di antaranya penguatan peran organisasi dalam mengawal aspirasi masyarakat melalui jalur parlemen pemuda, pengembangan solusi terhadap isu sosial dan ekonomi kreatif, serta pemberdayaan potensi pemuda di berbagai daerah.
Ning Lia berharap organisasi tersebut mampu menjadi ruang pembinaan generasi muda yang tidak hanya kritis, tetapi juga produktif dan berdaya saing.
“Harapan saya, Pemuda Parlemen Indonesia dapat hadir sebagai solusi nyata di tengah masyarakat, khususnya dalam mendorong ekonomi kreatif dan pemberdayaan daerah,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu anggota Pemuda Parlemen Indonesia, Fathurrozi, mengaku bangga dapat bertemu langsung dengan senator yang dikenal aktif menyerap aspirasi masyarakat tersebut.
Ia menilai sosok Ning Lia merupakan figur pemimpin yang terbuka dan dekat dengan kalangan pemuda.
“Kami senang bisa bertemu langsung dengan Ning Lia. Beliau sangat humble dan menjadi senator pertama yang menerima audiensi kami,” ungkapnya.
Pertemuan ini diharapkan tidak hanya berhenti pada diskusi, tetapi berlanjut pada kolaborasi nyata melalui berbagai program kepemudaan yang berdampak luas bagi masyarakat dan pembangunan bangsa. (Red)


Komentar