|
Menu Close Menu

Bukan Aleg, Pengamat Nilai Duet Bagus–Syadid Bisa Fokus Besarkan PKS Jatim

Selasa, 10 Maret 2026 | 21.11 WIB

Ketua DPW PKS Jatim, Bagus Prasetia Lelana (kiri) dan Sekretaris DPW PKS Jatim, Muhammad Syadid. foto: dok.FJN.
Lensajatim.id, Surabaya– Kepemimpinan baru Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Timur periode 2025–2030 menghadirkan formasi berbeda. Posisi Ketua dan Sekretaris dipercayakan kepada Bagus Prasetia Lelana dan Muhammad Syadid, yang keduanya tidak berasal dari kalangan anggota legislatif. 


Konfigurasi ini dinilai memberi ruang lebih luas bagi keduanya untuk fokus memperkuat konsolidasi internal partai dan mengembangkan jaringan kader di berbagai daerah. Berbeda dengan periode sebelumnya yang kerap diisi oleh figur yang juga menjabat di legislatif atau pemerintahan, duet kepemimpinan kali ini dipandang memiliki keleluasaan dalam menggerakkan organisasi.


Pengamat politik Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdus Salam, menilai kondisi tersebut justru dapat menjadi keuntungan strategis bagi PKS Jawa Timur. Menurutnya, pimpinan partai yang tidak merangkap jabatan publik memiliki waktu dan energi yang lebih optimal untuk mengelola dinamika organisasi.


“Ketua dan Sekretaris DPW tidak harus berasal dari kalangan anggota legislatif atau pejabat eksekutif. Yang paling penting adalah kemampuan mereka melayani kader serta menggerakkan organisasi agar terus berkembang,” ujar Surokim, Selasa (10/3/2026).


Wakil Rektor III UTM itu menjelaskan, pemimpin partai yang tidak memiliki tanggung jawab pemerintahan biasanya lebih leluasa dalam membangun komunikasi internal, menyusun strategi, serta merespons dinamika politik yang berkembang.


Menurutnya, fokus penuh pada organisasi dapat membuat roda partai bergerak lebih dinamis. “Tanpa beban jabatan di luar partai, duet Bagus–Syadid berpotensi lebih progresif, adaptif, dan responsif dalam memperkuat mesin partai,” tambahnya.


Peneliti senior Surabaya Survey Center (SSC) tersebut juga menilai duet kepemimpinan ini memiliki nilai tambah dari sisi latar belakang. Keduanya berasal dari wilayah berbeda di Jawa Timur, sehingga berpotensi memperluas jangkauan basis sosial dan politik partai.


Bagus Prasetia Lelana berasal dari Tulungagung yang merepresentasikan kawasan Mataraman, sementara Muhammad Syadid berasal dari Lumajang yang dikenal sebagai bagian dari kawasan Tapal Kuda.


“Variasi latar belakang ini bisa menjadi kekuatan tersendiri karena mencerminkan keragaman demografis di Jawa Timur. Hal itu berpotensi memperkuat pendekatan sosiologis maupun psikologis kepada masyarakat,” jelas Surokim.


Ia juga berharap kepemimpinan baru tersebut mampu menjaga karakter PKS sebagai partai yang terbuka dan adaptif terhadap dinamika masyarakat.


“Yang terpenting adalah menjaga relevansi partai dengan kebutuhan publik, sekaligus memperkuat visi organisasi agar tetap responsif terhadap perkembangan zaman,” pungkasnya. (Red) 

Bagikan:

Komentar