|
Menu Close Menu

Dari Syawalan ke Kesadaran Demokrasi, Pesan Hangat Aang Kunaifi untuk Pemuda Jawa Timur

Senin, 30 Maret 2026 | 17.01 WIB

Ketua KPU Jawa Timur, Aang Kunaifi saat menjadi narasumber bersama Anggota DPD RI Lia Istifhama.(Dok/Istimewa).

Lensajatim.id, SurabayaSuasana Syawalan Pemuda Jawa Timur terasa hangat dan penuh keakraban. Di tengah nuansa saling memaafkan di bulan Syawal, terselip pesan penting tentang masa depan demokrasi yang disampaikan Ketua KPU Jawa Timur, Aang Kunaifi.


Dengan gaya santai namun penuh makna, Aang mengajak para pemuda untuk tidak sekadar menjadi penonton dalam proses demokrasi. Ia menekankan bahwa peran masyarakat, khususnya generasi muda, jauh lebih besar dari sekadar datang ke TPS saat hari pencoblosan.


“Sering kali kita merasa cukup hanya datang dan memilih. Padahal, demokrasi itu proses panjang. Kita semua punya peran sejak jauh hari sebelumnya,” tuturnya, Minggu (29/3/2026).


Menurutnya, rasa apatis terhadap pemilu masih menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama. Padahal, di balik setiap proses penyelenggaraan pemilu, ada ruang terbuka bagi masyarakat untuk ikut mengawasi, memberi masukan, bahkan mengkritisi.


“Kalau kita tidak peduli, lalu siapa lagi? Demokrasi yang baik itu lahir dari masyarakat yang mau terlibat,” ucapnya dengan nada reflektif.


Aang juga menyinggung bagaimana perkembangan teknologi saat ini membuka peluang besar bagi pemuda untuk lebih aktif. Informasi kini mudah diakses, diskusi bisa dilakukan dari mana saja, dan suara publik semakin memiliki ruang.


Namun di balik kemudahan itu, ia mengingatkan pentingnya sikap bijak dan kritis. “Jangan hanya cepat dalam menerima informasi, tapi juga harus cerdas dalam menyaringnya,” pesannya.


Menatap Pemilu 2029, Aang melihat generasi muda sebagai kunci utama. Ia berharap pemuda Jawa Timur bisa tumbuh menjadi pribadi yang adaptif, peduli, dan berani terlibat dalam proses demokrasi.


“KPU selalu terbuka. Tapi demokrasi tidak bisa berjalan sendiri tanpa partisipasi masyarakat. Terutama anak-anak muda,” pungkasnya.


Di forum Syawalan ini, pesan Aang terasa lebih dari sekadar ajakan formal. Ia hadir sebagai pengingat bahwa masa depan demokrasi tidak hanya ditentukan oleh sistem, tetapi oleh sejauh mana generasi mudanya mau peduli dan mengambil peran.(Red).

Bagikan:

Komentar