![]() |
| Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat menggelar pasar murah di Tuban, Jawa Timur.(Dok/Istimewa). |
Pasar murah tersebut diselenggarakan di area permukiman warga agar mudah dijangkau masyarakat. Khofifah menegaskan, lokasi kegiatan sengaja dipilih jauh dari pasar tradisional agar tidak mengganggu aktivitas perdagangan yang sudah ada.
“Pasar murah ini kami hadirkan di dekat permukiman masyarakat, bukan di sekitar pasar tradisional. Tujuannya agar warga bisa langsung mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau,” ujar Khofifah di sela-sela kegiatan.
Ia menjelaskan, program pasar murah bukan sekadar menghadirkan harga yang lebih rendah, tetapi juga menjadi langkah pemerintah dalam menjaga keseimbangan pasar. Dengan adanya intervensi harga, diharapkan lonjakan harga bahan pokok menjelang hari besar keagamaan dapat ditekan.
Menurut Khofifah, kebutuhan logistik rumah tangga biasanya meningkat menjelang Idulfitri. Karena itu, pemerintah daerah terus memantau pasokan sekaligus melakukan berbagai langkah pengendalian inflasi agar masyarakat tidak terbebani.
“Kami ingin masyarakat tidak perlu khawatir soal ketersediaan bahan pokok. Pemerintah terus melakukan pengendalian inflasi dan stabilisasi harga agar masyarakat tetap bisa berbelanja dengan tenang, khususnya selama Ramadan,” katanya.
Dalam pasar murah tersebut, berbagai komoditas strategis dijual dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar. Di antaranya beras premium Rp14.000 per kilogram, beras medium Rp11.000 per kilogram, MinyaKita Rp13.000 per liter, telur ayam ras Rp22.000 per kemasan, dan tepung terigu Rp10.000 per kilogram.
Selain itu, tersedia pula gula pasir Rp14.000 per kilogram, bawang putih Rp6.000 per 250 gram, bawang merah Rp7.000 per 250 gram, cabai rawit merah Rp4.000 per 100 gram, cabai merah besar Rp2.000 per 100 gram, serta daging ayam Rp30.000 per kemasan.
Pada kesempatan tersebut, Khofifah juga menyerahkan bantuan beras kepada ratusan warga lanjut usia. Ia turut membagikan telur kepada sejumlah ibu yang datang bersama anak-anak sebagai bagian dari upaya mendukung pemenuhan gizi keluarga.
Tidak hanya itu, gubernur perempuan pertama di Jawa Timur itu juga memborong sejumlah produk UMKM yang dijual di lokasi kegiatan. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku usaha kecil sekaligus untuk menggerakkan ekonomi lokal.
Salah satu warga, Darmiyah, mengaku terbantu dengan adanya pasar murah tersebut. Warga Jalan Barat Stasiun Barat Doromukti itu mengatakan sudah mengantre sejak siang demi mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih murah.
“Saya datang sejak pukul 12.30. Alhamdulillah bisa dapat beras dan kebutuhan lain dengan harga lebih murah. Nanti dipakai untuk sahur dan berbuka,” ujarnya. (Red)


Komentar