|
Menu Close Menu

Gubernur Khofifah Salurkan Bansos Rp7,6 Miliar di Gresik, Perkuat Bantalan Sosial dan Dorong Kemandirian Ekonomi Warga

Sabtu, 14 Maret 2026 | 18.43 WIB

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menyalurkan bansos di Kabupaten Gresik.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Gresik— Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali melanjutkan rangkaian program Sapa Bansos Amaliyah Ramadan. Pada titik ke-15, Pemprov Jawa Timur menyalurkan berbagai bantuan sosial senilai Rp7,6 miliar kepada masyarakat Kabupaten Gresik yang dipusatkan di Pendopo Kabupaten Gresik, Jumat (13/3/2026). 


Bantuan tersebut merupakan kolaborasi sejumlah perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur serta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Program ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah provinsi dalam memperkuat perlindungan sosial sekaligus menjadi bantalan ekonomi bagi masyarakat rentan.


“Ini adalah Sapa Bansos Amaliyah Ramadan yang ke-15. Kami berharap seluruh proses distribusi bansos tepat sasaran dan tepat pemakaian. Ada bantuan yang diarahkan untuk penguatan modal usaha, tetapi ada juga yang bersifat karitatif bagi kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas,” kata Khofifah.


Secara rinci, bantuan yang disalurkan berasal dari Dinas Sosial Jawa Timur sebesar Rp3,44 miliar, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jawa Timur sebesar Rp736,9 juta, bantuan keuangan desa melalui berbagai perangkat daerah sebesar Rp3,4 miliar, serta zakat produktif dari BUMD Jawa Timur sebesar Rp25 juta.


Melalui Dinas Sosial Jatim, bantuan diberikan dalam berbagai program, di antaranya Program Keluarga Harapan (PKH) Plus senilai Rp2,4 miliar bagi 1.202 keluarga penerima manfaat, bantuan kemiskinan ekstrem sebesar Rp174 juta untuk 116 jiwa, serta bantuan sosial penyandang disabilitas (ASPD) sebesar Rp489,6 juta bagi 136 penerima.


Selain itu, terdapat bantuan KIP PPKS Jawara sebesar Rp3 juta untuk satu penerima serta bantuan permakanan bagi Lembaga Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia (LKS LU) sebesar Rp128,1 juta bagi 28 penerima.


Pemprov Jatim juga memberikan dukungan operasional dan tali asih kepada pilar-pilar sosial yang terlibat langsung dalam pelayanan kesejahteraan masyarakat. Bantuan tersebut meliputi SDM PKH Plus, pendamping disabilitas, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) dengan total Rp247,2 juta bagi 118 penerima.


Sementara itu, melalui DPMD Jatim disalurkan bantuan penguatan BUMDes sebesar Rp400 juta untuk empat desa, Program Desa Berdaya Rp200 juta untuk dua desa, Program Jatim Puspa Rp91,9 juta untuk satu desa, serta bantuan keuangan khusus kabupaten sebesar Rp45 juta.


Tak hanya itu, Pemprov Jatim juga mengalokasikan bantuan keuangan desa sebesar Rp3,4 miliar untuk mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. Bantuan tersebut disalurkan melalui sejumlah perangkat daerah, antara lain DPMD, Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Cipta Karya, Dinas PU Bina Marga, serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan.


Selain bantuan sosial dan pemberdayaan ekonomi, Gubernur Khofifah juga menyerahkan bantuan 250 drum aspal sebagai dukungan pembinaan jalan kabupaten guna meningkatkan kualitas infrastruktur di daerah.


Khofifah menegaskan, seluruh bantuan yang disalurkan merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah provinsi dalam memastikan masyarakat rentan tetap terlindungi sekaligus mendorong kemandirian ekonomi keluarga penerima manfaat.


“Seluruh bantuan ini adalah bagian dari ikhtiar Pemprov Jawa Timur untuk memastikan masyarakat rentan tetap terlindungi sekaligus mendorong kemandirian ekonomi mereka,” tegasnya.


Ia juga mengajak pemerintah kabupaten/kota untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mengoptimalkan berbagai program pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, integrasi program antara provinsi dan daerah menjadi kunci agar bantuan tidak hanya bersifat karitatif, tetapi juga mampu menjadi pengungkit kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.


Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Khofifah atas berbagai bantuan yang diberikan kepada masyarakat di daerahnya.


Menurutnya, bantuan tersebut tidak hanya memperkuat perlindungan sosial bagi kelompok rentan, tetapi juga memberikan dorongan nyata bagi penguatan ekonomi masyarakat serta pembangunan desa.


“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Ibu Gubernur Khofifah atas perhatian dan dukungan kepada masyarakat Kabupaten Gresik. Bantuan ini sangat bermanfaat dan langsung dirasakan oleh masyarakat,” ujar Fandi.


Ia menambahkan, berbagai program bantuan dari Pemprov Jawa Timur itu menjadi inspirasi bagi Pemerintah Kabupaten Gresik untuk dikembangkan lebih luas hingga tingkat desa. Program-program tersebut dinilai mampu memperkuat kesejahteraan masyarakat sekaligus mendorong kemandirian ekonomi di daerah. (Red) 

Bagikan:

Komentar