|
Menu Close Menu

Gubernur Khofifah Sambut Dua Mahasiswa asal Jatim yang Dievakuasi dari Iran

Minggu, 15 Maret 2026 | 00.40 WIB

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat bertemu dua mahasiswa asal Jawa Timur yang berhasil dievakuasi dari Iran.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Jakarta– Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyambut kepulangan dua mahasiswa asal Jawa Timur yang berhasil dievakuasi dari Iran di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Kedua mahasiswa tersebut tiba di Indonesia dalam kondisi selamat dan sehat.


Pertemuan berlangsung di Kantor Muslimat NU di Jakarta, Sabtu (14/3). Dua mahasiswa yang dipulangkan itu berasal dari Jember dan Malang. Mereka masing-masing menempuh studi di Fakultas Teknik Komputer University of Qom serta Fakultas Kedokteran Shiraz University of Medical Sciences di Iran.


Khofifah menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan proses evakuasi warga negara Indonesia yang dilakukan pemerintah melalui perwakilan diplomatik di luar negeri.


“Alhamdulillah kami menerima kunjungan dua mahasiswa dari Jember dan Malang yang studi di Iran dan hari ini baru tiba di Indonesia,” kata Khofifah.


Ia juga mengapresiasi upaya Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia yang telah memfasilitasi proses evakuasi WNI dari Iran secara bertahap di tengah situasi keamanan yang memanas di kawasan tersebut.


Menurut Khofifah, dalam kondisi konflik yang meningkat, keselamatan warga negara Indonesia di luar negeri menjadi prioritas utama pemerintah.


Setelah tiba di Indonesia, Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan membantu memfasilitasi kepulangan keduanya ke daerah asal masing-masing melalui Badan Penghubung Provinsi Jawa Timur.


“Alhamdulillah kami telah berkoordinasi dengan Badan Penghubung Jawa Timur agar mereka bisa difasilitasi kembali ke rumah masing-masing. Ini merupakan tahap ketiga, dan malam ini masih ada yang akan datang lagi,” jelasnya.


Khofifah berharap seluruh mahasiswa asal Indonesia yang masih berada di Iran dapat segera kembali dengan selamat dan berkumpul kembali bersama keluarga.


Sementara itu, Dian, mahasiswa kedokteran asal Malang, menyampaikan terima kasih kepada pemerintah yang telah membantu proses evakuasi hingga kembali ke Indonesia.


Ia menjelaskan bahwa proses pemulangan dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari evakuasi oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Teheran, kemudian melalui perwakilan Indonesia di Azerbaijan, hingga difasilitasi oleh pemerintah untuk kembali ke Tanah Air.


“Alhamdulillah kami juga difasilitasi untuk kembali ke daerah asal. Ibu Gubernur sangat peduli dengan mahasiswa Jawa Timur yang studi di Iran dan memastikan kami bisa pulang dengan selamat,” ujarnya.


Hal senada disampaikan Muhammad Baghir, mahasiswa Teknik Komputer di University of Qom. Ia mengaku bersyukur dapat kembali ke Indonesia dengan selamat setelah situasi keamanan di Iran semakin memanas.


Baghir juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang membantu proses kepulangan hingga ke daerah asalnya. (Red) 

Bagikan:

Komentar