![]() |
| Kegiatan Launching 200 Titik Jembatan Garuda di Jembatan Garuda Dusun Turus RT 31 RW 08, Desa Ternyang, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang.(Dok/Istimewa). |
Di wilayah Kodim 0818/Kabupaten Malang-Batu, kegiatan berlangsung di Jembatan Garuda Dusun Turus RT 31 RW 08, Desa Ternyang, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, mulai pukul 14.29 WIB hingga 17.20 WIB dengan dihadiri sekitar 100 peserta dari unsur TNI, pemerintah daerah, hingga masyarakat setempat.
Acara tersebut dihadiri sejumlah pejabat penting di antaranya Kasdam V/Brawijaya Brigjen TNI Zainul Bahar, Danrem 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf Kohir, Aster Kasdam V/Brawijaya Kolonel Inf Budi Santoso, Kasrem 083/Bdj Letkol Inf Rahmat Cahyo Dinarso, serta Dandim 0818/Kabupaten Malang-Batu Letkol Czi Bayu Nugroho. Turut hadir pula Bupati Malang Drs. HM Sanusi, MM, Wakapolres Malang Kompol Bayu Marfiando, jajaran Forkopimda, kepala OPD terkait, unsur TNI AU Senggreng, perangkat desa, hingga masyarakat Dusun Turus.
Kegiatan diawali dengan pembukaan video conference peluncuran program Jembatan Garuda yang digagas oleh TNI AD. Dalam kesempatan tersebut, Mayor Czi Wahyu Wuhono Widhi Nugroho selaku Danyon Zipur 5/ABW memaparkan secara singkat kepada Kasad mengenai pelaksanaan pembangunan jembatan gantung yang telah dilakukan di sejumlah wilayah, termasuk di Aceh.
Sebagai simbol dimulainya program tersebut, dilakukan pemotongan pita dan peninjauan jembatan oleh Kasad secara virtual yang disaksikan seluruh peserta dari berbagai daerah yang terhubung melalui video conference. Selain itu, Kasad juga memberikan tali asih kepada perwakilan masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap warga di sekitar lokasi pembangunan.
Selanjutnya, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengikuti video conference bersama Presiden Republik Indonesia yang turut menyaksikan peluncuran program pembangunan jembatan secara nasional. Dalam laporannya kepada Presiden, Kasad menyampaikan bahwa peluncuran tersebut merupakan bagian dari program besar pembangunan 1.072 jembatan di berbagai wilayah Indonesia.
“Hingga saat ini sebanyak 218 jembatan telah berhasil diselesaikan dan siap dioperasionalkan. Jenis konstruksi yang dibangun menyesuaikan kondisi medan, mulai dari jembatan perintis, Bailey, hingga tipe Armco, guna mempercepat konektivitas wilayah serta mempermudah mobilitas masyarakat,” jelas Kasad dalam laporannya.
Kasad juga menyampaikan bahwa program ini difokuskan pada daerah terpencil dan wilayah rawan bencana. Dari total jembatan yang telah dibangun, sebanyak 145 jembatan berada di wilayah rawan bencana untuk mendukung akses evakuasi, distribusi logistik, serta mobilitas masyarakat saat terjadi kondisi darurat.
Tidak hanya pembangunan jembatan, TNI AD juga turut melaksanakan berbagai program pendukung kesejahteraan masyarakat. Hingga saat ini telah dibangun 544 unit sumur bor untuk penyediaan air bersih serta 272 fasilitas MCK yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara langsung.
Selain itu, TNI AD juga turut membantu perbaikan fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan. Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat sekitar 267 bangunan sekolah yang mengalami kerusakan sedang hingga berat. Program perbaikan sekolah tersebut difokuskan pada tiga provinsi prioritas dan ditargetkan selesai secara bertahap.
Sementara itu, Presiden Republik Indonesia dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh jajaran TNI AD dan Satgas Jembatan Garuda atas dedikasi dalam membangun infrastruktur di berbagai daerah.
Presiden menilai pembangunan ratusan jembatan tersebut merupakan bukti nyata kehadiran negara dalam membantu masyarakat, khususnya di wilayah yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses transportasi.
“Prestasi ini merupakan bukti nyata dari kesungguhan, dedikasi, serta semangat pengabdian prajurit TNI bersama seluruh pihak yang terlibat dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujar Presiden.
Presiden juga menegaskan bahwa pembangunan jembatan tersebut akan memberikan dampak besar terhadap kehidupan masyarakat, terutama dalam mendukung akses pendidikan, kesehatan, serta pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur seperti jembatan tidak hanya sekadar sarana penghubung wilayah, tetapi juga menjadi simbol hadirnya negara dalam memberikan solusi terhadap kesulitan yang dihadapi masyarakat. (Den)


Komentar