|
Menu Close Menu

Lita Machfud Arifin: Empat Pilar MPR RI adalah “Sistem Imun” Bangsa di Era Digital

Rabu, 11 Februari 2026 | 20.32 WIB

Anggota MPR RI Lita Machfud Arifin saat Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Sidoarjo.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Sidoarjo – Anggota MPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Lita Machfud Arifin, menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang meliputi Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika. Kegiatan ini bertujuan memperkuat fondasi kebangsaan masyarakat di tengah tantangan global dan perkembangan teknologi digital yang semakin pesat.


Dalam pemaparannya di hadapan ratusan peserta, Lita menegaskan bahwa Empat Pilar MPR RI bukan sekadar materi hafalan atau peninggalan sejarah, melainkan nilai-nilai hidup yang harus terus diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di ruang digital.


“Di era digital yang serba cepat ini, Empat Pilar harus kita pahami sebagai sistem imun bangsa. Ia menjadi benteng yang menjaga persatuan, memperkuat identitas nasional, sekaligus menuntun kita dalam menghadapi berbagai tantangan global,” ujar Lita, Rabu (11/02/2026). 


Pancasila sebagai Etika Bernegara


Menurut Lita, narasi Pancasila di era modern harus diposisikan sebagai filter terhadap radikalisme, disinformasi, dan polarisasi sosial yang kerap muncul di ruang digital.


“Pancasila adalah titik temu bangsa Indonesia. Di tengah derasnya arus informasi, nilai-nilai Pancasila harus menjadi etika kita dalam berkomunikasi, berdiskusi, dan berkolaborasi di media sosial, sehingga ruang digital tetap menjadi ruang yang sehat bagi persatuan bangsa,” jelasnya.


Kedaulatan dalam Arti Luas


Dalam pembahasan terkait NKRI dan UUD 1945, Lita menekankan bahwa konsep kedaulatan negara saat ini tidak hanya terbatas pada wilayah fisik, tetapi juga meluas ke kedaulatan siber, keamanan informasi, serta perlindungan data pribadi warga negara.


Ia juga menyoroti pentingnya pembangunan yang inklusif dan berkeadilan sebagai bagian dari menjaga keutuhan bangsa.


“Pembangunan harus bersifat Indonesia-sentris, merata, dan memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat. Ketika keadilan sosial terwujud, potensi konflik dan disintegrasi dapat diminimalisir,” ujarnya.


Kolaborasi dalam Keberagaman


Menutup paparannya, Lita mengajak masyarakat untuk memaknai Bhinneka Tunggal Ika tidak hanya sebagai slogan toleransi, tetapi sebagai kekuatan strategis bangsa.


“Keberagaman kita adalah modal kreatif. Narasi kebinekaan hari ini bukan sekadar hidup berdampingan, tetapi bagaimana perbedaan latar belakang justru menjadi kekuatan untuk berinovasi, berkolaborasi, dan bersaing di tingkat global,” tambahnya.


Kegiatan sosialisasi yang berlangsung interaktif tersebut diikuti oleh berbagai elemen masyarakat dan generasi muda. Diharapkan, kegiatan ini mampu menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa kekuatan Indonesia terletak pada pemahaman dan pengamalan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Empat Pilar MPR RI. (Had) 

Bagikan:

Komentar