|
Menu Close Menu

Mulai 31 Maret SPPG Beroperasi, BGN Siapkan Sanksi Tegas bagi Mitra Nakal

Senin, 30 Maret 2026 | 21.14 WIB

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang. (Dok/IG Nanik Sudaryati Deyang). 
Lensajatim.id, Jakarta– Menjelang operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada 31 Maret 2026, Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan komitmennya dalam memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan profesional, transparan, dan berintegritas.


Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menyampaikan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir praktik kecurangan, terutama dalam pengadaan bahan baku yang telah dialokasikan sebesar Rp8.000 hingga Rp10.000 per porsi MBG.


Ia menegaskan, mitra yang terbukti melakukan mark up harga bahan baku, terlebih jika sampai menekan Kepala SPPG (KaSPPG), pengawas gizi, maupun pengawas keuangan, akan dikenakan sanksi tegas berupa penghentian operasional sementara (suspend) tanpa pemberian insentif.


“Mitra yang mark up harga gila-gilaan dan menekan Kepala SPPG, pengawas gizi dan pengawas keuangan, akan saya minta kedeputian terkait untuk suspend tanpa pemberian insentif karena termasuk pelanggaran berat,” ujar Nanik di Jakarta, Minggu (29/3).


Menurutnya, praktik tersebut tidak hanya merugikan jalannya program, tetapi juga mencederai tujuan utama MBG dalam menyediakan layanan gizi yang layak dan berkualitas bagi masyarakat.


Nanik menekankan, mitra yang telah mendapatkan insentif dari pemerintah seharusnya bekerja sesuai ketentuan dan menjunjung tinggi integritas, bukan justru mencari keuntungan berlebih melalui praktik yang tidak sehat.


“Saya minta untuk tidak diberikan insentif juga karena mitra yang demikian tidak akan pernah puas. Sudah dikasih insentif, masih saja nakal mark up harga bahan baku,” tegasnya.


Sebelumnya, BGN mencatat sebanyak 1.528 SPPG di seluruh Indonesia telah dikenakan sanksi penghentian sementara (suspend) per 25 Maret 2026. Langkah ini merupakan bagian dari pengawasan ketat guna memastikan seluruh pelaksanaan program MBG berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.


Dengan penguatan sistem pengawasan dan penegakan disiplin terhadap mitra, BGN optimistis operasional SPPG sebagai garda terdepan program MBG dapat berjalan optimal, sekaligus berkontribusi pada peningkatan ketahanan gizi dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (Ham) 

Bagikan:

Komentar