|
Menu Close Menu

Perang Timur Tengah Memanas, Jamaah Umrah Asal Bangkalan Mengaku Ibadah Tetap Kondusif

Jumat, 06 Maret 2026 | 19.04 WIB

Foto: Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Bangkalan, Arif Rochman.

BANGKALAN, lensajatim.id - Memanasnya konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat memicu kekhawatiran di berbagai kalangan. Tidak terkecuali keluarga jemaah umrah asal Kabupaten Bangkalan yang saat ini tengah 

menjalankan ibadah di Tanah Suci.


Menanggapi situasi tersebut, Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Bangkalan, Arif Rochman, memastikan pihaknya terus memantau kondisi para jemaah. Koordinasi intensif juga dilakukan dengan sejumlah biro travel untuk memastikan keamanan serta kelancaran ibadah mereka.


“Sementara ini kami sudah melakukan koordinasi dengan pihak travel, dan alhamdulillah ibadah jemaah tetap berjalan lancar,” ujar Arif. Jum'at (6/3/2026).


Ia menjelaskan, berdasarkan laporan dari penyelenggara perjalanan ibadah umrah, para jemaah asal Bangkalan masih dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah tanpa kendala berarti. Mayoritas jemaah diberangkatkan melalui travel resmi yang telah terdaftar.


Saat ini terdapat empat biro travel yang memberangkatkan jemaah umrah asal Bangkalan, yakni Aura, A Namiroh, Bi’ru Zamzam, dan Barokah Al-Imron. Total jemaah yang tengah berada di Makkah diperkirakan mencapai sekitar 380 orang.


Arif menambahkan, hingga kini belum ada instruksi khusus dari pemerintah pusat terkait dampak konflik di Timur Tengah terhadap perjalanan ibadah umrah. Meski demikian, pihaknya tetap mengimbau seluruh jemaah dan penyelenggara travel untuk meningkatkan kewaspadaan serta memahami prosedur jika terjadi kondisi darurat.


“Kalau terjadi situasi mendesak, jemaah bisa langsung menghubungi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) setempat untuk mendapatkan perlindungan dan bantuan,” jelasnya.


Selain itu, kata Arif, pihak travel juga dapat memanfaatkan aplikasi Siskopatuh yang disediakan kementerian sebagai sarana pelaporan dan koordinasi cepat apabila terjadi perkembangan situasi.


“Sekarang koordinasi jauh lebih mudah dengan adanya teknologi ini. Pihak travel bisa langsung melaporkan kondisi jemaah secara cepat,” ungkapnya.


Sementara itu, salah satu jemaah umrah asal Bangkalan, Ahmad Zaini, mengaku kondisi di Makkah hingga saat ini masih aman dan ibadah berjalan seperti biasa. Ia menyebut para jemaah tetap dapat melaksanakan tawaf, sa’i, maupun rangkaian ibadah lainnya dengan tenang.


“Di sini suasananya tetap kondusif. Kami masih bisa melaksanakan ibadah dengan khusyuk seperti biasa,” ujarnya.


Ia juga meminta keluarga di Bangkalan tidak terlalu khawatir dengan situasi yang berkembang di Timur Tengah. Menurutnya, para jemaah tetap berada dalam pengawasan pihak travel serta otoritas setempat.


“Kami mohon doa dari keluarga di rumah agar ibadah kami berjalan lancar dan bisa pulang dengan selamat,” pungkasnya. (Syaiful)

Bagikan:

Komentar