![]() |
| Logo NU.(Dok/Istimewa). |
Salah satu dukungan datang dari Sudarsono Rahman. Mantan Ketua PW IPNU Jawa Timur tersebut menyambut baik kabar pelaksanaan muktamar yang dinilai sebagai harapan baru bagi warga NU di akar rumput.
“Sebagai warga NU yang ada di akar rumput merasa bersyukur ternyata Muktamar NU akan segera dilaksanakan,” ujar Sudarsono Rahman, yang akrab disapa Cak Dar, Senin (30/03/2026).
Menurutnya, rencana tersebut mencerminkan kesadaran para pimpinan PBNU bahwa konflik berkepanjangan tidak membawa manfaat bagi jam’iyah, jama’ah, maupun bangsa. Ia berharap Muktamar ke-35 dapat menjadi pintu masuk rekonsiliasi secara nasional.
Cak Dar menegaskan, muktamar bukan sekadar arena kontestasi jabatan, melainkan forum strategis untuk melahirkan kepemimpinan baru yang mampu membawa NU menghadapi tantangan zaman.
Sejumlah harapan pun disuarakan warga NU, mulai dari hadirnya kepemimpinan yang kuat dan mampu menjaga tradisi keilmuan Islam, penguatan konsolidasi kelembagaan, hingga lahirnya pemimpin berintegritas dengan visi yang jelas.
“Harapan kami, Muktamar NU ke-35 ini benar-benar membawa angin segar bagi perkembangan NU ke depan,” tegasnya.
Di sisi lain, sejumlah ulama sepuh dinilai memiliki kapasitas membawa perubahan besar bagi NU, di antaranya KH. Asep Saifuddin Halim dan KH. Said Aqil Siroj. Sementara di jajaran tanfidziyah, muncul tokoh-tokoh kiai muda visioner seperti KH. Marzuki Mustamar, KH. Zulfa Musthofa, KH. Nasaruddin Umar, KH. Nusron Wahid, serta KH. Saifullah Yusuf.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memastikan bahwa persiapan menuju Muktamar NU ke-35 terus berjalan. Ia mengungkapkan, panitia inti telah dibentuk dan saat ini tengah melengkapi struktur kepanitiaan.
“Panitia inti (muktamar) sudah dibentuk. Insyaallah sebelum muktamar nanti akan diselenggarakan konferensi besar dan munas alim ulama,” ujar Gus Ipul saat berkunjung di Pendapa Manggala Praja Nugraha Trenggalek, Minggu (29/3/2026) sebagaimana dilansir Detik.
Ia menambahkan, dirinya dipercaya sebagai ketua panitia konferensi besar dan musyawarah nasional alim ulama, sekaligus ketua panitia muktamar. Selain itu, sejumlah tokoh juga telah ditunjuk dalam struktur panitia, di antaranya Katib Aam PBNU sebagai Steering Committee (SC) dan Mohammad Nuh sebagai sekretaris SC, serta Amin Said Husni sebagai sekretaris Organizing Committee (OC).
Gus Ipul menyebutkan, pelaksanaan Muktamar NU ke-35 direncanakan berlangsung pada pertengahan tahun 2026, yakni antara Juli hingga paling lambat Agustus.
“Saat ini kami fokus melengkapi struktur kepanitiaan dan menyusun materi untuk konbes dan munas yang nantinya menjadi bagian dari pembahasan muktamar,” jelasnya.
Dengan berbagai persiapan yang terus dimatangkan, Muktamar NU ke-35 diharapkan menjadi momentum strategis untuk memperkuat persatuan, mempertegas arah organisasi, serta melahirkan kepemimpinan yang mampu menjawab tantangan global di masa mendatang. (Had)


Komentar