![]() |
| Kegiatan Pengajian Akbar dan Semarak Ramadan PAC GP Ansor Kecamatan Lenteng, Sumenep. (Dok/Istimewa). |
Pengajian akbar tersebut menjadi penutup dari berbagai kegiatan sosial dan keagamaan yang telah digelar selama sekitar sepuluh hari oleh lembaga dan badan otonom di bawah naungan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Lenteng.
Ketua PAC GP Ansor Lenteng, Musyfiqurrohman, mengatakan bahwa rangkaian kegiatan Ramadan tersebut dirancang untuk menghidupkan suasana bulan suci sekaligus mempererat kebersamaan antara organisasi kepemudaan dan masyarakat.
“Kami sudah sekitar sepuluh hari melaksanakan berbagai kegiatan. Malam ini menjadi puncak sekaligus penutupan dari seluruh agenda yang diselenggarakan oleh lembaga dan banom di bawah MWCNU Lenteng,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selain pengajian akbar, panitia juga menggelar sejumlah kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Di antaranya santunan untuk anak yatim, apresiasi bagi para guru ngaji, serta penyerahan hadiah bagi para pemenang lomba yang telah dilaksanakan selama kurang lebih delapan hari.
“Kegiatan ini kami hadirkan agar Ramadan tidak hanya diisi dengan ibadah secara personal, tetapi juga kegiatan bersama yang memperkuat kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Bendahara PAC GP Ansor Lenteng, Moh Iklil, menyampaikan bahwa keberhasilan kegiatan tersebut tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah kecamatan, jajaran pengurus NU, hingga para donatur yang turut berkontribusi.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini, termasuk para donatur seperti Haswal Grup, Amanah Tani, Baznas, BMT NU, RSUD Sumenep, BV Video, Sahabat Jaya, dan BPRS,” katanya.
Dalam pengajian tersebut, panitia menghadirkan Kiai Imam Sutaji sebagai penceramah utama. Dalam tausiyahnya, ia menekankan pentingnya metode dakwah yang mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman agar pesan keagamaan dapat diterima secara luas oleh masyarakat.
Menurutnya, dakwah tidak harus selalu dilakukan di ruang-ruang formal, tetapi juga bisa hadir di tengah aktivitas masyarakat sehari-hari dengan pendekatan yang lebih kreatif dan dekat dengan kehidupan mereka.
“Model dakwah perlu menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Ansor sekarang bahkan berdakwah di pasar malam. Itu bagian dari upaya mengenalkan program dan nilai-nilai keagamaan kepada masyarakat secara lebih luas,” ungkapnya di hadapan jamaah.
Acara pengajian akbar tersebut turut dihadiri jajaran Pemerintah Kecamatan Lenteng, pengurus MWCNU Lenteng, pengurus lembaga dan badan otonom NU, para donatur, serta ratusan masyarakat yang memadati lokasi kegiatan. Suasana penuh kebersamaan dan kekhidmatan mewarnai penutupan rangkaian Semarak Ramadan di Kecamatan Lenteng. (Yud)


Komentar