![]() |
| GP Ansor Kecamatan Pragaan saat bertemu dengan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Pragaan. (Dok/Istimewa). |
Bertempat di basecamp BPPSDMP Pragaan, pertemuan tersebut menjadi forum strategis untuk membangun kesadaran baru bahwa pertanian merupakan sektor penting yang membutuhkan keterlibatan generasi muda secara serius.
Kepala BPPSDMP Pragaan, Kurniawan, menekankan pentingnya peran pemuda dalam menjaga masa depan pertanian di tengah berbagai tantangan yang ada. Menurutnya, sektor pertanian harus dipandang sebagai peluang besar, bukan sekadar pekerjaan tradisional.
“Kalau pemuda terus menjauh dari pertanian, lalu siapa yang akan mengelola masa depan pangan kita?” ujarnya.
Ia juga mengajak generasi muda untuk lebih kreatif dalam menghadapi berbagai kendala, termasuk persoalan sumber daya alam, sehingga pertanian dapat terus berkembang dengan inovasi dan semangat baru.
“Lahan masih ada, peluang masih terbuka. Tinggal bagaimana kita memiliki kemauan dan keberanian untuk mengelolanya,” tambahnya.
Ketua PAC Ansor Pragaan, Khalili Hasbullah, menyambut ajakan tersebut sebagai langkah strategis dalam memperluas gerakan organisasi menuju sektor yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
“Ini bukan lagi sekadar pilihan, tetapi sebuah kebutuhan. Jika Ansor ingin terus relevan dan memberi manfaat besar, maka kader harus mulai masuk ke sektor produktif seperti pertanian,” tegasnya.
Menurut Khalili, penguatan sektor pertanian akan menjadi bagian penting dari arah gerakan Ansor ke depan, khususnya di tingkat ranting. Selain aktif secara organisatoris, kader juga diharapkan mampu berkontribusi secara ekonomi dan sosial.
Pertemuan ini pun menjadi momentum penting bagi GP Ansor Pragaan untuk menegaskan komitmennya dalam membangun kemandirian kader melalui pertanian sebagai medan perjuangan baru.
Dengan langkah tersebut, PAC Ansor Pragaan menunjukkan bahwa pemuda memiliki peran strategis dalam menghadirkan perubahan nyata. Pertanian kini tidak lagi dipandang sebagai sektor kelas dua, melainkan ruang pengabdian, inovasi, dan pemberdayaan bagi generasi muda dalam membangun masa depan yang lebih mandiri dan berkelanjutan. (MQ)


Komentar