![]() |
| Anggota DPD RI Lia Istifhama dalam Reuni Akbar Mafash UINSA Surabaya.(Dok/Istimewa). |
Anggota DPD RI, Lia Istifhama, menyampaikan pesan penuh empati mengenai pentingnya menjaga hubungan antarsesama alumni. Ia menekankan bahwa keberadaan organisasi Keluarga Alumni Fakultas Syariah (Mafash) harus terus dikembangkan sebagai wadah produktif yang mempererat ikatan kebersamaan.
Lia mengapresiasi kepercayaan para alumni terhadap Mafash. Ia berharap organisasi tersebut mampu terus tumbuh dan melanjutkan fondasi yang telah dibangun oleh para pendiri serta senior sebelumnya.
“Terima kasih atas kepercayaan para alumni. Semoga Mafash semakin bernafas dan mampu meneruskan apa yang telah dibangun oleh para senior dan pendiri sebelumnya,” ujar perempuan yang akrab disapa Ning Lia.
Menurutnya, Mafash tidak sekadar simbol organisasi, melainkan jembatan yang menjaga kesinambungan silaturahmi lintas generasi. Ia menilai, keberlanjutan organisasi alumni menjadi kunci dalam merawat nilai kebersamaan dan solidaritas.
Lebih jauh, Lia menegaskan bahwa peran alumni tidak boleh berhenti pada nostalgia masa kuliah. Justru, jejaring alumni harus dimanfaatkan sebagai kekuatan nyata untuk berbagi informasi, membuka peluang, serta menghadirkan kontribusi sosial yang berdampak luas bagi masyarakat.
“Silaturahmi harus terus dijaga, jejaring alumni perlu diperkuat agar semua alumni tidak melupakan almamater, tetapi justru saling berbagi informasi dan memberikan manfaat,” tegasnya.
Ia optimistis, dengan koneksi yang semakin kuat, akan lahir berbagai kolaborasi positif yang mampu memberikan kontribusi nyata, tidak hanya bagi sesama alumni, tetapi juga bagi masyarakat luas.
Dalam kesempatan tersebut, Lia juga mengingatkan pentingnya menjaga hubungan emosional dengan almamater. Ia menilai, UIN Sunan Ampel Surabaya memiliki peran besar dalam membentuk karakter dan perjalanan hidup para alumninya.
“Bagaimanapun UINSA, atau dulu IAIN Sunan Ampel, telah menghadirkan keberkahan dalam hidup kita. Itu harus kita jaga bersama,” ungkapnya.
Ia pun menekankan bahwa keberhasilan alumni di berbagai bidang harus diiringi dengan kontribusi nyata terhadap kampus tercinta. Tanggung jawab moral untuk menjaga nama baik dan keberlangsungan almamater menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.
“Jangan sampai kita tidak menjaga keberlangsungan almamater sendiri, padahal begitu banyak alumni hebat lahir dari UINSA, khususnya Fakultas Syariah,” pungkasnya.
Pesan tersebut menjadi refleksi penting bagi seluruh alumni untuk terus berperan aktif dalam menjaga, membangun, serta mengharumkan nama almamater melalui kolaborasi dan kontribusi berkelanjutan. (Red)


Komentar