![]() |
| Anggota Komisi X DPR RI, Muhammad Hilman Mufidi, S.E., S.H., dalam acara kolaborasi BRIN dan Komisi X DPR RI di Probolinggo. (Dok/Istimewa). |
Ratusan pelaku usaha dari berbagai wilayah di Kabupaten Probolinggo mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) bertajuk Peningkatan IKM Berbasis Inovasi yang digelar di Gasgus Ballroom, Desa Sumberanyar, Kecamatan Paiton, Probolinggo, Rabu (29/4/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mendorong pelaku usaha lokal agar semakin adaptif, inovatif, dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Acara dibuka langsung oleh Anggota Komisi X DPR RI, Muhammad Hilman Mufidi, S.E., S.H., yang akrab disapa Gus Hilman.
Dalam sambutannya, Gus Hilman menegaskan pentingnya inovasi dan riset sebagai fondasi utama pengembangan usaha masyarakat.
“Kami ingin UMKM dan IKM di Probolinggo tidak hanya bertahan, tetapi benar-benar berkembang. Kolaborasi dengan BRIN ini diharapkan membawa pengetahuan praktis yang dapat langsung diterapkan untuk meningkatkan kualitas usaha,” ujarnya.
Menurut Gus Hilman, pelaku usaha daerah memiliki potensi besar untuk naik kelas apabila dibekali strategi inovatif yang tepat.
Sesi utama menghadirkan narasumber dari Direktorat Kemitraan Riset dan Inovasi BRIN, Veni Robiatal Adawiyah.
Dalam pemaparannya, Veni menjelaskan bahwa inovasi tidak selalu harus berbasis teknologi tinggi, melainkan dapat dimulai dari langkah sederhana yang berdampak signifikan.
“Inovasi bisa diwujudkan melalui desain kemasan yang lebih menarik, menjaga kualitas produk, efisiensi proses produksi, hingga penguatan pemasaran digital,” jelasnya.
Selama dua jam, peserta mendapatkan pembekalan praktis mengenai strategi pengembangan usaha berkelanjutan yang relevan dengan kebutuhan pasar modern.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan luas dari tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemuda lintas kecamatan.
Sejumlah tokoh seperti Ustaz Jaylani, Kiai Jamaluddin Qusyairi, serta para penggerak masyarakat dari Paiton, Besuk, Pakuniran, dan Kotaanyar turut hadir memberikan dukungan.
Kiai Jamaluddin Qusyairi menyampaikan apresiasi atas hadirnya program pemberdayaan ekonomi yang dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat.
“Program seperti ini sangat dibutuhkan pelaku usaha kecil. Kami berharap ilmu yang diberikan dapat menjadi jalan kemajuan ekonomi warga dan membawa manfaat luas,” tuturnya.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan, mulai dari sesi materi, diskusi interaktif, hingga tanya jawab.
Semangat belajar para pelaku usaha menunjukkan besarnya keinginan masyarakat untuk meningkatkan kualitas produk dan memperkuat kemandirian ekonomi daerah.
Melalui program ini, BRIN dan Komisi X DPR RI berharap pelaku UMKM dan IKM Probolinggo semakin siap menghadapi tantangan pasar dengan pendekatan inovasi yang berkelanjutan.
Sinergi ini menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang lebih kuat, mandiri, dan berdaya saing tinggi. (Red)


Komentar