![]() |
| Muhammad Saifuddin, Anggota Pansus LKPJ Wali Kota Surabaya. (Dok/Istimewa). |
Dalam pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota 2025, politisi yang akrab disapa Bang Udin tersebut mengungkapkan bahwa anggaran pengembangan pariwisata tercatat hanya sekitar Rp928 juta, atau belum mencapai Rp1 miliar.
“Iya, jadi untuk pengembangan pariwisata ini pemerintah Kota Surabaya sedang berupaya menarik wisatawan dari luar. Namun dalam LKPJ, anggaran pengembangan wisata itu ternyata hanya sekitar Rp928 juta, tidak sampai Rp1 miliar,” ujarnya, Senin (20/4/2026).
Menurutnya, besaran anggaran tersebut berpotensi memengaruhi optimalisasi pengembangan sektor pariwisata. Karena itu, ia mendorong adanya evaluasi menyeluruh agar sektor ini dapat berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah.
Saifuddin juga menyoroti ketimpangan alokasi anggaran antara pengembangan dan pemasaran pariwisata. Ia menyebut, anggaran pemasaran justru mencapai sekitar Rp5,2 miliar.
“Sedangkan untuk pemasaran anggarannya Rp5,2 miliar. Ini tentu perlu diseimbangkan agar pengembangan destinasi juga berjalan optimal,” tegasnya.
Ia menilai, Surabaya memiliki potensi wisata yang beragam dan layak dikembangkan, mulai dari wisata religi, wisata kepahlawanan, hingga kawasan cagar budaya yang sarat nilai sejarah.
“Ke depan, pada 2026 anggaran pengembangan wisata harus ditingkatkan. Jangan hanya Rp928 juta, karena Surabaya memiliki banyak potensi wisata yang perlu dikelola dengan baik,” jelasnya.
Lebih lanjut, Anggota Komisi A tersebut menegaskan bahwa Pansus LKPJ akan mendorong penyusunan anggaran berbasis kebutuhan riil di lapangan. Dengan demikian, kebijakan yang dihasilkan diharapkan lebih tepat sasaran dan berdampak luas.
“Teman-teman Pansus LKPJ akan mendorong tim anggaran untuk menyusun alokasi yang ideal. Jika belum ideal, maka harus ditingkatkan,” ujarnya.
Ia optimistis, peningkatan anggaran pengembangan pariwisata akan berdampak positif terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta menggerakkan sektor ekonomi lainnya.
“Kalau anggaran pengembangan pariwisata ditingkatkan, maka secara otomatis PAD kita juga berpotensi meningkat,” pungkasnya.
Dorongan ini diharapkan menjadi langkah konstruktif dalam memperkuat posisi Surabaya sebagai kota metropolitan yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga kompetitif sebagai destinasi wisata unggulan. (Had)


Komentar