|
Menu Close Menu

Dukungan Pembentukan Provinsi Madura Menggema dalam Halal Bihalal BASSRA di Surabaya

Sabtu, 11 April 2026 | 09.04 WIB

Kegiatan Halal Bihalal BASSRA di Surabaya.(Dok/Istimewa).
Lensajatim.id, Surabaya— Dukungan terhadap pembentukan Provinsi Madura kembali menguat dalam kegiatan Halal Bihalal dan Bedah Buku “Sejarah BASSRA: Potret Perjuangan Ulama Madura” yang digelar oleh Badan Silaturahmi Ulama Pesantren Madura (BASSRA) di Kantor PLN IUD Jawa Timur, Jalan Embong Trengguli, Surabaya.


Kegiatan yang dihadiri puluhan ulama dari berbagai daerah di Madura dan Surabaya ini berlangsung hangat, penuh gagasan, serta sarat semangat kebersamaan. Selain menjadi ajang silaturahmi pasca-Idulfitri, forum ini juga menjadi ruang refleksi sejarah sekaligus perumusan ide strategis bagi masa depan Madura.


Sejumlah tokoh hadir sebagai narasumber, di antaranya Prof. Dr. KH Imam Ghazali Said, Dr. KH Muhamad Aunul Abied Shah, Lc., MA, Dr. Adam Muhshi, SH, SAP, serta Ahmad Mustaqir selaku General Manager PLN IUD Jawa Timur. Diskusi dipandu oleh Sekretaris Jenderal BASSRA, RKH Syafik Rofii.


Dalam forum tersebut, berbagai gagasan konstruktif mengemuka, termasuk wacana pembentukan Provinsi Madura yang disampaikan secara akademis dan sistematis. Paparan tersebut mendapat respons antusias dari para peserta yang hadir.


Tokoh masyarakat Surabaya, Firman Syah Ali, menilai kegiatan berlangsung sukses dan memberikan banyak kontribusi pemikiran untuk pembangunan Madura ke depan.


“Alhamdulillah kegiatan hari ini berjalan dengan lancar, dinamis, dan sukses. Banyak sekali buah pemikiran yang dapat diimplementasikan untuk kemajuan Madura,” ujarnya.


Ia juga menegaskan bahwa BASSRA memiliki rekam jejak panjang dalam mengawal berbagai persoalan masyarakat Madura, khususnya dalam bidang pembangunan dan pemberdayaan umat.


Menurutnya, sejak didirikan pada 1 November 1992 di Pondok Pesantren Al-Amien Sumenep oleh para ulama sepuh, BASSRA telah menorehkan kontribusi nyata bagi kemajuan Madura. Semangat perjuangan para pendiri itu, lanjutnya, terus dijaga dan diperkuat melalui berbagai forum seperti Halal Bihalal dan bedah buku ini.


Salah satu poin penting yang mengemuka dalam diskusi adalah dorongan kolektif untuk mempercepat pembentukan Provinsi Madura. Gagasan tersebut dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat pemerataan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.


Tokoh ulama Surabaya, Ahmad Zaini MA, yang selama ini aktif memperjuangkan pembentukan Provinsi Madura, turut mengajak seluruh elemen ulama BASSRA untuk bersatu dalam mendorong realisasi gagasan tersebut.


Menanggapi hal itu, Firman Syah Ali menyatakan dukungannya terhadap aspirasi masyarakat Madura tersebut.


“Ini adalah cita-cita kolektif masyarakat Madura. Semoga dapat segera terwujud dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” pungkasnya.


Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah ulama dan tokoh masyarakat dari berbagai daerah, yang semakin memperkuat semangat kebersamaan dan komitmen untuk terus berkontribusi dalam pembangunan Madura yang lebih maju dan sejahtera. (Red)

Bagikan:

Komentar