![]() |
| Halal Bihalal KAHMI Jatim di Kota Probolinggo. (Dok/Istimewa). |
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Probolinggo, Aminuddin, yang juga menjabat sebagai Dewan Pembina KAHMI Majelis Daerah Probolinggo. Turut hadir Ketua TP PKK Kota Probolinggo, Evariani.
Sejumlah tokoh penting juga tampak hadir, di antaranya Koordinator Presidium KAHMI Jawa Timur Agus Machmud Fauzi, jajaran presidium, anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, anggota DPR RI Ali Mufti, serta para kepala daerah alumni HMI se-Jawa Timur, termasuk Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo.
Dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan, forum ini dimanfaatkan untuk membahas berbagai isu strategis, salah satunya ketahanan daerah dalam menghadapi dinamika geopolitik global. Diskusi yang melibatkan unsur legislatif dan eksekutif tersebut menghasilkan pandangan yang komprehensif terkait tantangan dan peluang pembangunan ke depan.
Agus Machmud Fauzi menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki nilai strategis, terutama menjelang pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil) KAHMI Jawa Timur. Ia berharap forum ini mampu melahirkan gagasan konkret yang berdampak nyata bagi masyarakat.
“Diskusi menjelang Muswil ini harus kita dorong menjadi langkah nyata. Setiap gagasan yang lahir di forum ini diharapkan mampu memberikan kontribusi bagi Jawa Timur dan Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Aminuddin menekankan pentingnya memperkuat konektivitas dan sinergitas antaralumni HMI di berbagai sektor. Menurutnya, jejaring KAHMI yang tersebar di berbagai bidang menjadi modal sosial yang besar dalam mendorong percepatan pembangunan.
“Momentum halal bihalal ini tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga memperkuat komitmen bersama dalam membangun daerah melalui jejaring KAHMI,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi yang solid antaralumni dapat mempercepat implementasi program strategis nasional sekaligus mengoptimalkan potensi lokal di masing-masing daerah.
Menurutnya, kekuatan KAHMI terletak pada keberagaman peran anggotanya yang berada di berbagai lini, mulai dari birokrasi, legislatif, dunia usaha hingga masyarakat sipil. Hal ini menjadi kekuatan penting dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
Melalui forum tersebut, para peserta sepakat bahwa silaturahmi harus diiringi dengan langkah nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat. Penguatan konektivitas dan sinergitas antarwilayah dinilai menjadi kunci agar program pembangunan dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.
Kegiatan Halal Bihalal ini pun menegaskan peran strategis KAHMI sebagai ruang kolaborasi lintas sektor yang mampu menjembatani gagasan dan aksi nyata demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat. (Ham)


Komentar