|
Menu Close Menu

IPNU–IPPNU Jabon Gaungkan Kesadaran Kolektif untuk Atasi Krisis Moral Pelajar

Selasa, 14 April 2026 | 08.44 WIB

 

Kegiatan IPNU-IPPNU Jabon Sidoarjo.(Dok/Istimewa).
Lensajatim.id, Sidoarjo– Fenomena krisis moralitas di kalangan pelajar menjadi perhatian serius berbagai pihak. Organisasi pelajar IPNU–IPPNU Kecamatan Jabon turut mengambil peran aktif dalam merespons kondisi tersebut melalui upaya pembinaan karakter generasi muda.


Gejala krisis moral ini ditandai dengan mulai memudarnya sikap saling menghargai, empati, serta tanggung jawab sosial di lingkungan pelajar. Kondisi tersebut dinilai tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti lingkungan pergaulan hingga penggunaan media sosial yang kurang bijak.


Jika tidak segera ditangani, situasi ini dikhawatirkan akan berdampak luas terhadap kehidupan sosial generasi muda di masa mendatang. Oleh karena itu, diperlukan langkah konkret dan kolaboratif untuk mengembalikan nilai-nilai positif di kalangan pelajar.


Menanggapi hal itu, IPNU–IPPNU Jabon menggelar kegiatan Kumpul Asik Lan Diskusi (KUASAI) bertema “Membentuk Kesadaran Kolektif Pelajar di Tengah Krisis Moralitas”. Kegiatan ini menghadirkan narasumber H. Sirojul Chakim, M.Pd., selaku pembina organisasi setempat.


Dalam pemaparannya, Sirojul Chakim menekankan pentingnya membangun kesadaran kolektif di kalangan pelajar. Kesadaran tersebut tidak hanya bersumber dari individu, tetapi juga harus tumbuh melalui interaksi sosial yang sehat dan lingkungan yang suportif.


“Kesadaran kolektif menjadi kunci dalam menjaga nilai, norma, serta perilaku positif di tengah tantangan zaman,” ujarnya.


Ia juga menyoroti bahwa krisis moralitas berdampak pada dinamika organisasi pelajar, seperti menurunnya komitmen anggota, lemahnya tanggung jawab, hingga berkurangnya kepedulian antar sesama. Dalam konteks ini, organisasi pelajar memiliki peran strategis sebagai ruang pembentukan karakter.


Melalui berbagai kegiatan yang terarah, nilai-nilai etika, budaya, dan tanggung jawab dapat ditanamkan secara berkelanjutan. IPNU–IPPNU Jabon pun mendorong penguatan komunikasi antar anggota, evaluasi rutin, serta keteladanan pemimpin sebagai langkah nyata dalam membangun karakter pelajar.


Upaya ini diharapkan mampu menjadikan organisasi pelajar tidak sekadar wadah aktivitas, tetapi juga sebagai pusat pembinaan generasi muda yang berintegritas, memiliki solidaritas tinggi, dan kepedulian sosial yang kuat. (Red) 

Bagikan:

Komentar