|
Menu Close Menu

Menjembatani Ilmu dan Nilai, BKPI UIN Madura Implementasikan Praktikum Integratif di Pesantren

Rabu, 08 April 2026 | 08.21 WIB

Kegiatan praktikum integratif Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) UIN Madura di IBS PKMKK. (Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Pamekasan– Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) UIN Madura terus mendorong penguatan pembelajaran berbasis praktik melalui implementasi praktikum integratif di lingkungan pesantren. Hal ini ditandai dengan kunjungan resmi jajaran pimpinan prodi ke IBS PKMKK yang sarat makna akademik sekaligus spiritual.


Ketua Prodi BKPI, Iswatun Hasanah, menegaskan bahwa kunjungan tersebut bukan sekadar agenda administratif, melainkan bagian dari upaya strategis menjembatani kesenjangan antara teori di ruang kelas dan realitas kehidupan pesantren.


“Langkah ini merupakan bentuk dialektika antara institusi pendidikan tinggi dengan institusi sosial keagamaan tradisional guna menciptakan sinergi pengetahuan yang aplikatif,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).


Menurutnya, kolaborasi ini difokuskan pada desain praktikum integratif yang menggabungkan tiga mata kuliah utama, yakni Asesmen Problematika Santri, Teknik Bimbingan Konseling Pesantren, serta Praktikum Bimbingan Konseling di Pesantren. Integrasi tersebut diharapkan mampu melahirkan calon konselor yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan spiritual.


Sementara itu, Sekretaris Prodi BKPI, Sri Rizqi Wahyuningrum, menjelaskan bahwa program ini melibatkan 12 mahasiswa semester enam yang terdiri dari tujuh mahasiswi dan lima mahasiswa. Mereka mengikuti kegiatan observasi lapangan selama tiga hari dua malam di lingkungan pesantren.


“Observasi ini bukan sekadar tugas akademik, melainkan proses mendalam untuk memahami realitas psikososial santri. Mahasiswa dituntut melihat lebih jauh dari sekadar permukaan, tidak hanya mendata persoalan, tetapi juga meresapi nilai-nilai kehidupan pesantren,” terangnya.


Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa dibekali pengalaman langsung dalam memahami relasi antara guru dan santri yang menjadi fondasi utama dalam pendidikan pesantren. Nilai-nilai keteladanan, penghormatan, dan internalisasi ajaran menjadi aspek penting yang diamati selama kegiatan berlangsung.


Program ini juga menekankan bahwa bimbingan dan konseling dalam perspektif Islam bukan semata soal teknik, tetapi lebih pada kehadiran pembimbing yang berintegritas dan mampu menjadi teladan. Perubahan perilaku santri dinilai kerap lahir dari hubungan yang humanis dan penuh empati.


Dengan mengamati pola interaksi, pola asuh, serta mekanisme penyelesaian masalah di IBS PKMKK, para mahasiswa dipersiapkan menjadi konselor pendidikan Islam yang adaptif dan berorientasi pada kemaslahatan umat.


Kolaborasi ini menjadi wujud nyata sinergi antara perguruan tinggi dan pesantren dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, serta mampu mengintegrasikan keilmuan dengan nilai-nilai spiritual dalam praktik kehidupan. (Man) 

Bagikan:

Komentar