![]() |
| Kegiatan Haul ke-1 Muassis PP Al Qororul Makien, KH Ahmad Syuja' Hasyim, yang digelar di Cecce’, Desa Prenduan, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep. (Dok/Istimewa). |
Kegiatan ini dihadiri oleh para alumni, santri aktif, wali santri, serta masyarakat umum yang datang untuk mengikuti rangkaian haul perdana tersebut. Membludaknya jumlah jamaah menjadikan acara ini sebagai salah satu momentum besar dalam sejarah PP Al Qororul Makien.
Sorotan utama dalam kegiatan ini adalah kehadiran KHR Azaim Ibrohimy, pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo. Kehadiran beliau disambut hangat dan antusias oleh para jamaah, bahkan dinilai menjadi salah satu faktor meningkatnya jumlah kehadiran peserta.
Dalam tausiyahnya, KHR Azaim Ibrohimy menegaskan bahwa haul bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan bagian penting dari tradisi pesantren dalam menjaga kesinambungan sanad keilmuan. Ia juga mengajak para santri dan alumni untuk menjadikan haul sebagai momentum refleksi diri.
“Haul adalah bentuk cinta dan pengabdian murid kepada guru. Melalui haul, kita menyambung sanad keilmuan dan meneladani perjuangan dakwah serta akhlak para ulama,” ungkapnya di hadapan ribuan jamaah.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh para qari’, dilanjutkan dengan tahlil dan pembacaan shalawat yang diikuti secara khusyuk oleh seluruh jamaah. Suasana religius begitu terasa, memperkuat nuansa spiritual sekaligus mempererat kebersamaan antaralumni dan masyarakat.
Selain itu, haul ini juga menjadi ajang silaturahim akbar yang mempertemukan berbagai elemen pesantren, mulai dari alumni lintas generasi hingga wali santri. Banyak di antara mereka yang memanfaatkan momen ini untuk mengenang jasa dan perjuangan almarhum dalam membangun serta mengembangkan pesantren.
Di sela-sela acara, pengasuh PP Al Qororul Makien, K. Muhammad Tibyan Syuja', menyerahkan cinderamata kepada KHR Azaim Ibrohimy sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan terima kasih atas kehadiran serta tausiyah yang disampaikan.
Panitia pelaksana menyampaikan bahwa jumlah jamaah yang hadir jauh melampaui estimasi awal. Bahkan, kapasitas tempat yang disediakan tidak mampu menampung seluruh peserta yang datang. Konsumsi yang telah disiapkan pun sempat tidak mencukupi akibat lonjakan kehadiran.
Meski demikian, berkat kerja sama panitia, dukungan masyarakat, serta tingginya rasa kebersamaan, seluruh rangkaian acara dapat berjalan dengan tertib, aman, dan lancar hingga selesai.
Haul perdana ini tidak hanya menjadi ajang doa bersama untuk almarhum, tetapi juga menjadi simbol kuatnya tradisi keilmuan pesantren yang terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat. Nilai-nilai dakwah, akhlak, serta perjuangan yang diwariskan oleh KH Ahmad Syuja' Hasyim diharapkan dapat terus dilanjutkan oleh generasi penerus. (MQ)


Komentar